Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pramuka di Grobogan Punya Cara Menarik Buat Merayakan Hari Kemerdekaan RI

 Soenarto salah seorang veteran sedang berbagi cerita dengan anggota pramuka yang berkunjung di rumahnya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Soenarto salah seorang veteran sedang berbagi cerita dengan anggota pramuka yang berkunjung di rumahnya (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain mengikuti upacara bendera, anggota pramuka Kwarcab Grobogan punya acara lain untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI kali ini. Yakni, berkunjung ke rumah salah seorang veteran. Tujuannya, untuk mendengarkan cerita perjuangan masa lalu sekaligus meminta nasihat.

“Selama ini, kami sudah sering mendengar sejarah perjuangan lewat televisi, film atau baca buku. Nah, kali ini, saya dan adik-adik pramuka ingin berbagi cerita langsung dengan salah seorang veteran,” kata Humas Kwarcab Grobogan Agus Winarno saat berkunjung ke rumah Soenarto, salah seorang veteran yang tinggal di Kampung Jengglong Barat, Kelurahan Purwodadi.

Agus berharap melalui silaturahmi tersebut bisa membawa manfaat serta menggugah semangat adik-adik pramuka. Khususnya, untuk selalu berkarya dan mengisi kemerdekaan dengan sesuatu yang bermanfaat buat banyak orang.

Sementara itu, Soenarto merasa senang sekaligus terharu ketika dikunjungi para pramuka di rumahnya. Dia pun mengucapkan terima kasihnya atas kepedulian dari para pramuka terhadap para veteran.

“Saya senang sekali dikunjungi adik-adik pramuka. Ini tadi, saya barusan sampai rumah setelah menghadiri upacara bendera di stadion,” kata Ketua Legiun Veteran Grobogan itu.

Bapak enam anak itu bercerita jika dirinya merupakan veteran generasi kedua atau pembela kemerdekaan. Yakni, generasi veteran setelah masa kemerdekaan. Soenarto yang juga seorang tentara itu sempat terlibat dalam operasi Trikora untuk membebaskan Irian Jaya dari cengkeraman penjajah. Hanya saja, selama berjuang, ia mengaku tidak pernah terlibat baku tembak langsung dengan musuh. Sebab, tugasnya berada di bagian teknik, khususnya mempersiapkan senjata dan logistik.

“Perjalanan menuju Irian waktu itu naik kapal laut. Saat sampai di Flores, kapalnya sempat bocor dan terpaksa mendarat di sana. Baru setelah didatangkan kapal lain kita akhirnya bisa menuju Irian. Itu terjadi tahun 1962-1963,” kata kakek 14 cucu yang sekarang sudah berusia 75 tahun itu.

Soenarto yang penisun jadi tentara tahun 1989 dengan pangkat terakhir Sersan Mayor itu juga menceritakan pengalamannya berada di Timor Timur (sekarang Timor Leste) selama hampir tiga tahun. Yakni, dari 1982 sampai akhir tahun 1984. Selama berada di sana banyak suka duka yang dirasakan dalam mengemban tugas negara.

Setelah bercerita panjang lebar selama hampir dua jam, Soenanto kemudian menyampaikan nasihat pada para tamunya. Antara lain, ia meminta agar adik-adik pramuka itu selalu mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, apapun bentuknya. Kemudian, mereka juga diminta untuk selalu memiliki sifat jujur dan berbuat baik pada sesama. “Pada intinya, jauhi segala hal yang negatif. Isilah kemerdekaan yang diraih dengan susah payah ini dengan baik. Jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesannya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...