Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Polemik SUTT di Jepara, Warga Minta Ganti Rugi Pemangkasan Pohon

mindahan PLN 1
Warga Desa Mindahan melakukan audiensi ke DPRD Jepara, dihadiri perwakilan dari PLN Jateng DIY. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persoalan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Kabupaten Jepara tak kunjung usai. Kali ini giliran warga Desa Mindahan, Kecamatan Batealit, melakukan audiensi ke DPRD Jepara, Senin (15/8/2016). Mereka meminta ganti rugi terhadap pemangkasan  pohon yang berada di kabel transmisi SUTT 150 KV tower 9 dan 10.

Salah satu perwakilan warga, Rasyid mengatakan, pihaknya meminta agar ganti rugi pemangkasan pohon khususnya yang ada di kabel transmisi SUTT yang ada di wilayah RT 05 RW 01.

Menurutnya, pada proses pemangkasan pohon di bawah jaringan pada November 2014 sebanyak 902 pohon dan 240 pada Mei 2016 dilakukan sepihak oleh PT PLN. Pemangkasan dilakukan sebelum adanya kesepakatan soal ganti rugi atas pohon yang dipangkas.

“Kami pernah mengajukan Rp 700 ribu. Tapi PLN menawar Rp 200. Nah, realisasinya malah ditawar kembali antara Rp 100 hingga Rp 200 ribu. Itu yang membuat kami tidak bisa menerima,” ujar Rasyid.

Menanggapi hal itu, perwakilan dari PT PLN Distribusi Jateng- DIY, Haris mengakui jika pihaknya melakukan pemangkasan secara paksa. Sebab kondisi pohon sudah tinggi dan nyaris menyentuh kabel transmisi.

“Kami terpaksa melakukan pemangkasan karena belum ada kesepakatan. Jika dibiarkan maka akan membahayakan jiwa,” kata Haris.

Lebih lanjut ia mengemukakan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi tapi warga menolak dengan besaran dana yang diberikan. Menurut dia, jika biaya itu merupakan jasa pemangkasan. Diprioritaskan diberikan ke pemilik lahan dan pohon agar dipangkas sendiri.

“Karena menolak, maka kami pakai jasa pemangkas di luar warga. Biaya untuk dua kali pemangkasan itu sudah terpakai,” katanya.

Secara detail dijelaskan, besaran biaya pemangkasan diberikan sesuai dengan kondisi. Biaya pemangkasan ujung pohon hanya Rp 50 ribu. Terus ke bawah sebesar Rp 150 ribu. Jika dipotong total biayanya sebesar Rp 200 ribu.

Sesuai regulasi, lanjutnya, pihaknya tidak bisa mengeluarkan biaya kompensasi sebanyak dua kali. Padahal sebelumnya saat awal pembuatan transmisi sudah diberikan.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...