Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hantu Sawah Diarak Keliling Desa di Kepuk Jepara

hantu 2
Warga mengarak memeden Gadhu, di Bangsri, Jepara. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Festival Memeden Gadhu rutin digelar setiap tahun. Yaitu, setiap Jumat Wage bulan Apit penanggalan Jawa. Perhelatan ini dimulai Jumat 12 Agustus dan berakhir hari ini, Senin 15 Agustus 2016.

“Alat-alat pertanian tradisional, seperti garu, lumpang, dan gilingan padi dipamerkan pada Festival Memeden Gadhu kali ini. Selain itu,kami juga melakukan tradisi arak-arakan hantu sawah keliling desa,” ungkap salah seorang panitia dalam Festival Memeden Gadhu,Waluyo, Senin (15/8/2016).

Hantu gadhu atau yang dikenal sebagai memeden gadhu dihidupkan kembali oleh masyarakatDesa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara. Mereka yang mayoritas adalah petani, mencoba menguri-uri budaya.

Baik sebagai petani pemilik lahan, maupun penggarap sawah.Itu sebagai bentuksyukur mereka atas hasil bumi yang sudah didapat selama setahun. Tentunya dengan harapan di musim yang akan datang dapat kembali panen melimpah

Masyarakat setempat menilai Memeden Gadhu adalah pengusir hama, burung pipit, paling jitu. Lebih lanjut, Waluyo mengatakan, di depan rumah-rumah warga juga diberi hantu sawah yang terbuat dari jerami. Tujuannya agar masyarakat tahu dan selalu ingat bahwa, peran memeden gadhu dalam menjaga produktivitas hasil panen sangat penting.

“Puncak acara, warga berkumpul di makam sesepuh desa, Mbah Bolem. Usai memanjatkan doa, warga makan bersama di kompleks makam. Rangkaian kegiatan ini, bagian dari rasa syukur petani atas hasil bumi,” terangnya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga : Hantu Gadhu di Kepuk Jepara Dihidupkan Kembali

 

Comments
Loading...