Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pilkada Segera Datang, Pengurus Golkar Kudus Desak Musda Dilaksanakan

kudus-golkar (e)
DPD Partai Golkar Kabupaten Kudus pernah menyelenggarakan musyawarah daerah (musda), namun batal dengan alasan tertentu. Karena itu, DPP Partai Golkar mendesak agar musda segera diagendakan kembali. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu daerah di mana pengurus Partai Golkar gagal menyelenggarakan musyawarah daerah (musda) untuk memilih ketua definitif, adalah Kabupaten Kudus.

Meski musda sempat dilaksanakan, namun hal itu gagal terwujud. Musda tidak berlanjut dan tidak berhasil memilih ketua, selepas meninggalnya Ketua DPD Partai Golkar Kudus Budiyono.

Karena itulah, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso menginstruksikan DPD Partai Golkar Jateng, untuk segera mempercepat musyawarah daerah (musda) sejumlah DPD Partai Golkar kabupaten/kota yang gagal atau tertunda.

Apa yang diinstruksikan wasekjen itu, ditanggapi dengan baik oleh pengurus Partai Golkar yang ada di Kudus. Mereka mendesak agar segera dilaksanakan musda berikutnya. Apalagi, mereka melihat bahwa ada agenda penting yang akan segera datang dan harus disikapi.

Ketua Pengurus Kecamatan Kota Partai Golkar Kudus Yudiono mendukung apa yang disampaikan Wasekjen Bowo Sidik itu. Pihaknya berharap DPD Partai Golkar Jateng, segera menjadwalkan kembali Musda Partai Golkar Kudus yang tertunda beberapa waktu lalu.

”Kami ingin secepatnya agar Musda bisa digelar, demi kemajuan partai. Apalagi, sejumlah agenda politik seperti pemilukada juga akan segera datang. Ini harus segera disikapi,” tegasnya.

Wasekjen Bowo sendiri mengatakan, dalam penyelenggaraan musda sendiri, pihaknya tidak ingin DPD Partai Golkar Provinsi Jateng ikut mengintervensi proses musda, yang akan dilakukan masing-masing kabupaten atau kota yang ada. ”Dan kami ingin, akhir Agustus ini, musda bisa diselenggarakan,” katanya.

Gagalnya pelaksanaan musda lalu, menurut Bowo, memang menimbulkan keprihatinan tersendiri. ”Karena akan membuat kami kesulitan berkoordinasi dengan belum adanya kepengurusan definitif,” jelasnya.

Apalagi, menurut Bowo, di beberapa daerah juga akan menghadapi pemilukada, di mana kesolidan kepengurusan harus ditingkatkan. Jika kondisi kepengurusan yang ada masih seperti ini, Bowo khawatir akan berimbas pada perolehan suara Partai Golkar. ”Sudah semestinya agar DPD Partai Golkar Jateng segera mengambil langkah cepat dengan menjadwalkan kembali pelaksanaan Musda yang gagal dan tertunda tersebut,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...