Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Pati Berkomitmen Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

 Sushanty, pembicara dari Jhpiego memberikan pemahaman pentingnya menekan angka kematian ibu dan bayi di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sushanty, pembicara dari Jhpiego memberikan pemahaman pentingnya menekan angka kematian ibu dan bayi di Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Pati sampai semester pertama 2016 mencapai 13 orang. Dari 13 ibu yang meninggal, dua ibu masing-masing berasal dari Tambakromo, Trangkil, Winong, Pucakwangi, dan Gabus. Satu orang masing-masing di Jaken, Pati, dan Kayen.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Pati, dr Aviani Trianti Venusia mengatakan, penyebab kematian ibu sebagian besar disebabkan Pre-eklamsi sebanyak lima kasus, jantung, lemas atau sesak nyeri dada sebanyak lima kasus, serta riwayat asma, meningoencephalitis, dan HIV masing-masing satu kasus.

Sementara itu, kasus kematian bayi di Pati pada semester pertama 2016 mencapai 12 kasus, di mana penyebabnya adalah DBD, ISPA, Ca mata, susp encephalitis, melena, dan febris. Dari data tersebut, tren AKI dan AKB di Pati disimpulkan cenderung mengalami kenaikan.

Hal itu yang membuat warga Pati yang tergabung dalam Anggota Gabungan Organisasi Wanita (GOW), PKK, dan Dinkes menandatangani sebuah komitmen untuk menekan AKI dan AKB di Pati. Penandatanganan dilakukan di atas kain putih, usai mengikuti “Seminar Upaya Menekan Angka Kematian Ibu dan Bayi di Pati” yang digelar di Ruang Pragola Setda Pati, Sabtu (13/8/2016).

“Kami bersama-sama dengan organisasi wanita dan PKK akan berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pendampingan agar AKI dan AKB bisa ditekan seminimal mungkin. Selain itu, kami juga butuh kesadaran masyarakat bersama untuk menekan AKI dan AKB,” kata dr Aviani.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...