Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Daya Tarik Plorotan Semar di Sumbersari Pati Masih Terabaikan

 Sejumlah pengunjung tengah mandi di bawah air terjun Plorotan Semar, Desa Sumbersari, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sejumlah pengunjung tengah mandi di bawah air terjun Plorotan Semar, Desa Sumbersari, Kayen, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati yang dikelilingi pegunungan secara sambung-menyambung dari Muria, Pati Ayam hingga Kendeng memberikan daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Sayangnya, daya tarik alam yang potensial tidak dikelola dengan baik oleh pemerintah.

Di Plorotan Semar, Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen, misalnya. Daya tarik air terjun bertingkat tiga tersebut sudah mulai banyak dikunjungi wisatawan lokal. Namun, tidak ada sarana dan prasarana, serta fasilitas untuk mendukung aktivitas wisatawan.

Berbekal spanduk bertuliskan “Obyek Wisata Lorotan Semar”, warga setempat memasangnya pada bagian depan sebelum masuk objek wisata. Tak perlu tiket masuk, pengunjung cukup membayar biaya parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor yang dititipkan warga.

Hal itu mendapatkan perhatian dari Ari Sofyan, salah satu pengunjung yang mandi di air terjun tingkat kedua. “Tempat ini sebetulnya sangat bagus dan berpotensi menjadi kawasan wisata alam di wilayah selatan. Sayangnya, tidak ada perhatian khusus dari pemerintah. Tidak ada fasilitas, sarana-prasarana, atau keamanan,” kata Ari.

Padahal, lanjutnya, sebagian besar pengunjung berasal dari anak-anak hingga remaja. Kondisi itu dikhawatirkan akan membahayakan anak-anak yang tidak tahu medan. Sebab, perlu melewati jalan terjal ke bawah untuk sampai ke lokasi wisata.

Senada dengan Ari, salah satu pengunjung lainnya, Sinarto berharap ada upaya penanganan dari pemda. Selain dunia pariwisata di Pati kian berkembang, penanganan yang serius diharapkan bisa mendongkrak perekonomian warga setempat, termasuk pendapatan asli daerah (PAD).

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...