Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kecipratan Dana Cukai, Dinsosnakertans Grobogan Bakal Bikin Gedung Baru untuk BLK

Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso (kanan) didampingi Kepala BLK Widodo saat menjelaskan rencana pembangunan gedung baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso (kanan) didampingi Kepala BLK Widodo saat menjelaskan rencana pembangunan gedung baru (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Secara bertahap, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Grobogan akan membuat gedung baru yang lebih representatif untuk Balai Latihan Kerja (BLK). Proses pembangunan tahap awal akan dilakukan pada tahun 2016 ini.

Kepala Dinsosnakertrans Grobogan Andung Sutiyoso menyatakan, gedung baru nanti akan ditempatkan seluas 1.500 meter persegi di Jl Gajah Mada, depan Terminal Induk Purwodadi. Untuk tahap awal, akan dilakukan pemasangan tiang pancang, lantai serta atap.

“Jadi, pembuatan gedung tiga lantai nanti akan dilakukan bertahap. Tahap pertama baru bikin kerangka bangunan dulu. Yakni, pemasangan tiang pancang, lantai serta atap,” kata Andung didampingi Kepala BLK Widodo.

Menurutnya, saat ini pihaknya baru mempersiapkan proses lelang pekerjaan. Dijadwalkan, pekerjaan tahap awal sudah dilelangkan pekan depan melalui layanan pengadaan barang secara elektronik (LPSE).

Untuk pembuatan gedung tahap awal ini, pihaknya mendapat alokasi anggaran sekitar Rp 6 miliar. Anggaran ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCT) yang diterima Pemkab Grobogan.

Secara keseluruhan, pembangunan gedung BLK itu memerlukan dana hingga Rp 27 miliar. Biaya sebesar itu diperlukan agar gedung baru nanti bisa sesuai standar untuk BLK. Seperti perlu adanya tempat workshop yang lengkap dan memadai, sekretariat, aula dan mess.

Andung menambahkan, gedung BLK yang ada saat ini di Jl A Yani Purwodadi belum memenuhi standar. Hal ini menyebabkan, setiap penilaian yang dilakukan tidak pernah mendapat akreditasi.

“Gedung BLK yang kita miliki saat ini adalah bekas kantor. Jadi, belum memenuhi persyaratan. Makanya, kita berupaya supaya gedung baru nanti bisa lancar pembangunannya,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...