Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pemuda Pati Beberkan Tips Budidaya Ikan Guppy

1.575
 Askan sedang memberi makan ikan-ikan Guppy yang ia budidayakan di rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Askan sedang memberi makan ikan-ikan Guppy yang ia budidayakan di rumahnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda asal Desa Langenharjo, Kecamatan Juwana, Askan (29), sukses mengembangkan budidaya ikan hias jenis Guppy hingga meraup untung jutaan rupiah setiap bulannya. Meski terlihat sederhana, budidaya ikan jenis ini diakui gampang-gampang susah.

Karena itu, Aksan rela membeberkan tips mengembangkan budidaya ikan hias Guppy. Salah satu hal paling mendasar yang harus diketahui pembudidaya ikan Guppy adalah membedakan pejantan dan betina.

“Ikan Guppy jantan punya corak warna yang terang dan kontras, ekor dan sirip menjuntai, terkesan indah dan menawan. Guppy betina tubuhnya kurang kontras, kepala agak runcing, sirip punggung biasa, tubuhnya agak gemuk dengan perut besar, dan belakang sirip perut tidak ada gonopodium, tetapi siriphalus,” kata Askan.

Pengetahuan tentang ikan Guppy jantan dan betina diperlukan untuk mengembangkan budidaya. Bila sudah punya anak harus dipisahkan dengan induk, karena jenis ikan Guppy bersifat kanibal dan sering memakan anakan.

Selain itu, makanan terbaik untuk ikan ini adalah daphnia dan moina, sejenis kutu air. Air kolam harus diganti setiap empat hari sekali supaya tidak muncul penyakit yang berasal dari kotoran ikan.

Tidak lupa, Askan memberikan tanaman air jenis Hydrilla. “Kami punya 15 kolam yang dibagi untuk pemijahan, indukan, dan anakan. Kolam sendiri cukup pakai terpal seluas 10×8 meter,” tutur Askan.

Perkembangan Guppy sendiri cukup cepat, berkisar antara tiga sampai empat minggu setelah pemijahan. Bagi pembudidaya mesti berhati-hati dengan penyakit jamur dan jenis benalu yang bisa mematikan ikan dalam waktu cepat.

“Pengalaman saya, pernah ikan mati semua akibat jamur dan benalu. Penyakit itu mudah menular sampai membuat seluruh ikan dalam kolam mati. Karena itu, pembudidaya mesti hati-hati dan telaten,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

 

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.