Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Begini Realisasi Pembayaran PBB-P2 di Grobogan

 Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono saat menyampaikan laporan pencapaian PBB-P2 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono saat menyampaikan laporan pencapaian PBB-P2 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain meminta menyelesaikan tunggakan, Bupati Grobogan Sri Sumarni juga sempat mengapresiasi para camat yang desanya sudah berhasil lunas Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) tahun 2016. Hingga 6 Agustus lalu, total sudah ada 54 desa yang lunas PBB-P2.“Untuk desa yang sudah lunas PBB-P2 tentu harus kita beri apresiasi. Saya harapkan, desa-desa lainnya bisa menyusul lunas,” kata Sri.

Sementara itu, Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, pembayaran PBB-P2 sampai awal Agustus sudah tercatat sebesar Rp 10,4 miliar atau 44,57 persen. Sedangkan besarnya ketetapan pajaknya senilai Rp 23,4 miliar yang terdiri dari 788.126 SPPT.

Menurutnya, sampai saat ini, sudah ada 54 desa yang sudah lunas. Kemudian, 235 desa/kelurahan lainya belum lunas tetapi capaian pembayarannya sudah diatas 30 persen.

“Kepada para camat dan kades yang wilayahnya sudah lunas PBB-P2 tahun 2016 saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya selama ini. Semoga keberhasilan ini bisa memacu semangat desa lainnya,” kata Sumarsono saat menyampaikan laporan pencapaian PBB-P2.

Terkait dengan kondisi tersebut, para kepala desa diminta untuk lebih pro aktif menggerakkan perangkatnya untuk memungut pajak tersebut. Para kades atau perangkat pemungut juga diminta segera menyetorkan pajak yang sudah diterima ke rekening bank. Langkah ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumarnono menambahkan, PBB-P2 merupakan salah satu pajak yang punya potensi besar di Grobogan. Pada tahun 2013, potensinya mencapai Rp 19,7 miliar lebih. Kemudian, tahun 2014 naik jadi Rp 19,9 miliar lebih dan tahun 2015 naik lagi hingga Rp 22,6 miliar lebih. Sementara tahun ini, potensinya mendekati angka Rp 23 miliar.

“Dari potensi ini, saya menganggap penting dan strategis terhadap segala upaya yang dilakukan dalam rangka penanganan PBBP2 tersebut. Saya berharap agar potensi ini bisa direalisasikan semaksimal mungkin menjadi penerimaan riil dan selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan pelaksanaan pembangunan,” jelasnya.

 Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...