Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kapolres Rembang Diwaduli Ada Warga Dukuh Ngotoko Melahirkan di Jalanan

Kapolres Rembang AKBP Sugiarto didampingi Kades Pasedan Kusman berkeliling di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Kapolres Rembang AKBP Sugiarto didampingi Kades Pasedan Kusman berkeliling di Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Kapolres Rembang AKBP Sugiarto dan Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subiyakto berserta jajaran melakukan kunjungan ke Dukuh Ngotoko, Desa Pasedan, Kecamatan Bulu, Rembang, Jumat (12/8/2016).

Kunjungan tersebut merupakan salah satu bagian dari kegiatan penerpan Program Profesional, Modern dan Terpercaya (Promoter) dari Kapolri dengan mengambil tema Sehat, Hijau dan Aman (Sethia). Dalam hal ini, jajaran Polres Rembang menjalankan Promoter nomor 8 yakni membangun kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap Kamtibmas.

Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres Rembang diwaduli warga terkait minimnya fasilitas yang ada di dukuh tersebut, khususnya mengenai akses jalan yang sulit untuk menuju jalan raya Rembang-Blora.

“Di Dukuh Ngotoko ini ada sebanyak 215 jiwa dan 68 KK. Di tempat kami itu minim fasilitas, dan minim juga tersentuh pembangunan, khususnya jalan. Untuk ke Desa Pasedan saja, itu jaraknya sekitar 5 Km dan medannya sangat sulit untuk ditempuh dengan kendaraan,” kata Kasnawi, warga Dukuh Ngotoko.

Tak heran, jika musim kemarau tiba, debu berhamburan. Sedangkan di musim hujan, kubangan menghiasi di sepanjang jalan tersebut. Sehingga kondisi seperti ini memerlukan sentuhan pembangunan. Sebab, jika jalan itu belum bisa dibangun, maka warga setempat juga akan kesulitan melakukan aktivitas. Baik mulai dari sekolah, mengantar orang sakit atau orang melahirkan.

Bahkan katanya, karena kondisi jalan yang rusak itu, dulu sempat ada seorang warga melahirkan di tengah jalan. “Melahirkan di jalan. Dibantu warga untuk melahirkan. Dia tidak kuat karena guncangannya terlalu besar waktu hendak diangkut ke rumah sakit naik truk. Jalannya keriting dan bergelombang kaya itu, jadi keguncang-guncang, dan truknya tidak menanjak pula, hingga berojol anaknya di truk,” ujarnya.

Menurutnya, warga juga paham mengenai kondisi jalan tersebut yang merupakan milik dari Perhutani. Sehingga pihak desa tidak berani membangun. “Dukuh ini hanya tersentuh dua pembangunan saja. Yakni pengadaan listrik PLN yang sudah berjalan satu tahun, dan pembangunan jalan kampung saja. Sehingga, saya mohon infomasi ini, nanti bisa Bapak Kapolres sampaikan ke Pak Bupati Rembang. Lebih bagus lagi kala Pak Bupati bisa berkunjung ke Ngotoko,” katanya.

Kepala Desa Pasedan Kusman menuturkan, pembangunan  PLN dan lainnya, sebenarnya sudah disampaikan di Musrenbang tingkat desa, tingkat kecamatan dan kabupaten.”Namun semua usulan itu pastinya yang mempertimbangkan ialah dari instansi terkait. Terlebih pembangunan jalan ini memang dari pemda dan Perhutani harus duduk bersama,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...