Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ingin Cepat Rampung, Waduk Logung Butuh 1,5 Juta Meter Kubik Material

kudus-waduk logung (e)
Lokasi Waduk Logung yang baru sampai 27% tahap pengerjaannya. Padahal Bupati Kudus H Musthofa menginginkan supaya waduk bisa selesai pada akhir 2017 mendatang. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus H Musthofa menginginkan supaya pembangunan Waduk Logung bisa secepatnya dirampungkan. Namun membutuhkan banyak sekali pendukung agar proyek itu rampung sebagaimana keinginan bupati.

Saat ini, pembangunan Waduk Logung baru pada tahap pengurukan. Alias baru pada tahapan 27% saja. Padahal bupati Kudus menginginkan supaya Waduk Logung bisa selesai pada akhir 2017 mendatang.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Proyek Waduk Logung pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Duki Malindo mengatakan, jika pengurukan memang sudah dimulai.

”Proses nguruk sendiri bisa memakan waktu hingga satu tahun lebih. Dan memang membutuhkan macam macam. Seperti batu, beton, tanah, dan sebagainya. Sedangkan proses yang paling banyak adalah uruk. Apalagi bendungan tanah semacam ini,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (11/8/2016).

Menurutnya, untuk melakukan uruk, pihaknya membutuhkan material sebanyak 1,5 juta meter kubik. Material tersebut sebagian besar diperoleh dari Kudus sendiri.

Namun terdapat beberapa jenis material yang terpaksa didatangkan dari luar. Material yang digunakan, juga tidak boleh sembarangan. Sebab, harus dilakukan tes yang sesuai spek. ”Untuk Waduk Logung, tes dilakukan di Malang,” katanya.

Dalam pengerjaan uruk tidak dapat dilakukan sembarangan. Sebab, kepadatan tanah menjadi hal penting. Tanah tidak boleh terlalu padat, karena akan menyusahkan resapan. Namun tidak bisa gembur karena mempermudah resapan. Sehingga harus pas

Untuk itu, faktor yang paling menentukan adalah cuaca. Jika dalam kondisi normal, maka setahun dianggap cukup untuk menguruk. Namun jika tidak, pihaknya tidak dapat memaksakan.

”Dalam membuat bendungan banyak yang mengawasi. Seperti halnya komisi pengawasan bendungan. Kalau sudah oke, ya jalan, tapi kalau belum, ya masih menunggu,” ujarnya.

Waduk sepanjang 300 meter jika ditarik garis tengah itu, nantinya setinggi 61 meter. Jumlah tersebut merupakan ketinggian yang harus diselesaikan pada tahun 2017 mendatang. ”Jadi tahun ini harus sudah setinggi 17 meter, dilakukan tahun depan yang tingginya 61 meter,” ungkapnya.

Sedangkan untuk komunikasi dengan Pemkab Kudus, kata dia akan dilakukan tiap bulan. Dia senang lantaran pemkab mau membantu dalam hal pembebasan lahan oleh warga.

Editor: Merie

Comments
Loading...