Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Musim Kemarau, Dinas Bina Marga Bangun Gorong-gorong

jepara-drainase (e)
Salah satu ruas jalan yang sedang dibangun saluran air atau drainase. Tahun ini, ada kurang lebih 50 proyek pengerjaan saluran air, di hampir semua kecamatan di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Musim kemarau ini menjadi momen yang tepat untuk melakukan pengerjaan sejumlah proyek fisik. Salah satunya saluran air atau drainase di pinggir-pinggir jalan.

Sedikitnya 50 titik saluran air dan dua gorong-gorong sudah mulai dikerjakan Dinas Bina Marga Pengairan dan ESDM (BMPESDM) Jepara. Lokasinya hamper merata di hampir seluruh kecamatan di Jepara.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas BMPESDM Jepara Hartaya mengatakan, 50 proyek perbaikan saluran air itu tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Jepara.

Sedangkan untuk perbaikan gorong-gorong, hanya ada di dua titik. Yakni di jalan lingkar Mulyoharjo-Ngabul, turut Jalan Kardinah, dan di kawasan perempatan Bawu-Mojo.

”Kami melaksanakan proyek pembangunan saluran air ini, agar bisa dilakukan dengan cepat. Karena sudah menggunakan beton yang tinggal dipasang saja,” ujar Hartaya kepada MuriaNewsCom, Kamis (11/8/2016).

Hartaya mengatakan, proyek saluran air yang digarap instansinya menyebar di hampir semua kecamatan di Kabupaten Jepara. Seperti di jalan depan Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK), di Jalan Pecangaan-Ngasem, Jalan Mindahan, Nalumsari, termasuk di Karimunjawa.

Khusus Kecamatan Karimunjawa, saat ini masih dalam proses pengerjaan. Sebab di Karimunjawa, tepatnya di jalan Karimun-Kemujan, tengah dikerjakan pembuatan saluran air di pinggir jalan setempat, dengan panjang mencapai satu kilometer.

”Untuk saluran air paling panjang di Karimunjawa yang sampai 1.000 meter. Untuk yang lain bervariasi. Ada yang 100 meter dan ada yang paling pendek yakni 50 meter,” terangnya.

Rata-rata, lanjut Hartaya, pengerjaan proyek saluran air ini satu paket dengan perbaikan jalan. Sehingga pihaknya tidak hafal rincian penganggaran khusus untuk pengerjaan saluran air tersebut.

Ia juga mengemukakan, salah satu yang menjadi pertimbangan utama menentukan titik-titik yang harus diperbaiki maupun dibuatkan saluran air, adalah potensi genangan air saat hujan.

”Hampir semua titik yang telah dikerjakan, kami memastikan jika ketika hujan titik-titik tersebut tergenang air. Makanya, kami lakukan perbaikan ini,” imbuhnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...