Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Grobogan : Saya Minta Laporan Pembangunan Jangan Asal Tulis, Sampaikan Sesuai Fakta

Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Kabag Pengendalian Pembangunan Siswanto terlihat serius menyimak laporan pelaksanaan pembangunan sepanjang triwulan II (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Bupati Grobogan Sri Sumarni didampingi Kabag Pengendalian Pembangunan Siswanto terlihat serius menyimak laporan pelaksanaan pembangunan sepanjang triwulan II (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para pimpinan SKPD agar jangan asal-asal dalam menyampaikan laporan progress pelaksanaan pembangunan. Permintaan yang dilontarkan cukup keras itu disampaikan Sri saat memimpin Rakor PengendalianPelaksanaan Kegiatan Pembangunan Triwulan II yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Kamis (11/8/2016).

“Saya minta laporan pelaksanaan pembangunan disampaikan secara riil, sesuai kondisi di lapangan. Sebab, laporan ini penting sekali fungsinya. Dari laporan ini kita bisa tahu jika ada kendala yang ditemui sehingga bisa segera dicarikan solusinya,” tegas Sri.

Menurutnya, laporan pelaksanaan pembangunan di semua daerah tersebut juga dimonitor langsung oleh Presiden Joko Widodo. Hal itu berdasarkan rapat bersama kepala daerah dengan presiden pekan lalu di Jakarta. Dalam kesempatan itu, presiden menyatakan selalu memantau perkembangan pelaksanaan pembangunan di semua daerah.

“Oleh sebab itu, jangan sampai bikin laporan asal ditulis angkanya saja. Di antara laporan ini, saya tahu kalau beberapa yang belum sesuai kenyataan. Ke depannya, jangan sampai terjadi lagi. Laporkan saja apa adanya,” katanya.

Sri juga meminta agar penyelesaian proyek fisik tahun 2016 ini bisa diselesaikan tepat waktu. Selain tepat waktu, pengerjaan proyek juga harus tepat mutu sesuai dengan perencanaan.

“Untuk itu semua proyek harus selesai tepat waktu dan mutunya juga harus bagus. Tahun anggaran 2016 tidak lama lagi akan berakhir dan jangan biasakan menyelesaikan proyek menjelang akhir tahun,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sri menyatakan, rakor tersebut dilakukan sebagai langkah evaluasi. Hal itu dilakukan karena evaluasi juga merupakan satu unsur penting dalam keberhasilan kegiatan. Melalui evaluasi itu akan diketahui apakah sebuah kegiatan sudah dilaksanakan sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditentukan dalam perencanaan.

“Evaluasi adalah instrument penting dalam membantu pengendalian. Untuk itu mindset atau pola pikir juga harus diubah, yakni jangan takut dievaluasi agar kegiatan bisa terukur dengan baik,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...