Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Faktor Penyebab Remaja Terjerat Beragam Masalah

Sebrina Suseno Putri dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah saat menyampaikan materi pada peserta seminar (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Sebrina Suseno Putri dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah saat menyampaikan materi pada peserta seminar (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Upaya keras harus dilakukan berbagai pihak untuk mengatasi persoalan yang menimpa kalangan remaja. Sebab, sejauh ini, masih banyak remaja yang terbelit beragam masalah kehidupan. Seperti, pernikahan dini, kehamilan yang tidak diinginkan hingga melakukan aborsi, narkoba dan tawuran.

Penegasan ini disampaikan Sebrina Suseno Putri dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Tengah saat menjadi pembicara dalam seminar bertema “Merdekakah Remaja?” yang digelar di Aula Akbid An-Nur Purwodadi, Kamis (11/8/2016).

“Kondisi yang menimpa sebagian remaja ini tentu sangat memprihatinkan sekaligus butuh perhatian kita semua. Sebab, para remaja ini nantinya akan jadi agen perubahan dan calon pemimpin masa depan,” katanya.

Penyebab terjeratnya remaja dalam problematika ada banyak faktor. Salah satunya, kurangnya remaja diberi keleluasaan dalam berekspresi dan berkreasi sesuai passion atau minat dan bakat yang dimiliki. Di sisi lain, sejauh ini remaja tidak mendapatkan hak untuk memperoleh informasi yang komprehensif, misalnya terkait dengan seksualitas atau kesehatan reproduksi.

Kondisi ini mengakibatkan sebagian di antaranya cenderung mencari informasi sendiri secara liar. Hingga berakibat, banyak remaja yang terjerumus dalam seks pra nikah yang ujung-ujungnya mengalami KTD atau kehamilan yang tidak diinginkan.

“Kalau kondisi remaja banyak yang terjerat masalah maka kondisi bangsa ini akan mengenaskan pada 10-20 tahun mendatang. Oleh sebab itu, upaya untuk mengedukasi dan mencetak calon pemimpin masa depan ini harus terus dilakukan secara terpadu dan sistematik,” ungkap penulis asal Grobogan Badiatul Muchlisin Asti yang juga jadi narasumber dalam seminar yang digelar dalam rangka memperingati Hari Remaja Internasional tersebut.

Menurut Badiatul, ada sepuluh sifat yang harus dimiliki remaja bila ingin menjadi pemimpin di masa depan. Yakni, memiliki ideologi yang lurus, ibadah yang benar,  akhlak yang kokoh, dan jasmani yang sehat. Kemudian, remaja hendaknya juga punya jiwa intelek dalam berpikir, disiplin, pandai mengendalikan hawa nafsu, teratur dalam semua urusannya, mandiri secara finansial serta dan peduli terhadap nasib sesama.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...