Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

4 Hari Tidak Tidur, Ibu Satu Anak Ini Mengapung di Sumur

f-tenggelam

MuriaNewsCom, Kudus – Kusnah, (41), warga Dukuh Ngebis, RT 003/RW 004, Desa Gulang, Kecamatan Mejobo, Kudus. ditemukan tetangganya sudah mengapung di sumur dalam keadaan tidak bernyawa.

Empat hari sebelum kejadian, ibu satu anak tersebut diketahui tetangganya terlihat sedang stress berat. Namun, tetangga tidak menyangka jika kemudian yang bersangkutan meninggal kemudian.

Kapolsek Mejobo AKP Suharyanto mengatakan, kejadian tersebut bermula saat tetangga korban bernama Sahlan, melintas di rumah korban. Saat itu, Sahlan memang sedang mencari korban yang tidak ada di rumahnya.

”Saksi saat itu memang sedang mencari korban. Kurang lebih pukul 05.30 WIB. Tapi tidak ketemu juga. Nah, saat melintas di sumur dekat rumah, kurang lebih 30 menit kemudian, saksi melihat korban sudah mengapung di dalamnya,” terangnya, Kamis (11/8/2016).

AKP Suharyanto mengatakan, mengetahui korban sudah mengapung, saksi berteriak meminta tolong. Tidak lama kemudian, tetangga berdatangan untuk melihat ke lokasi kejadian.

Warga sekitar kaget dengan kejadian tersebut. Mereka kemudian bersama-sama mengangkat tubuh korban ke atas. Kemudian disemayamkan di rumah duka. Tidak lagi kemudian, polisi yang mendapat laporan, mengecek ke lokasi kejadian.

”Setelah itu, kami bawa jenazah korban ke puskesmas terdekat. Hasilnya tidak diketemukan tanda bekas luka penganiayaan atau kekerasan lainnya di tubuh korban, oleh dr Tita dari UPT Puskesmas Jepang,” ujarnya.

AKP Suharyanto menjelaskan, korban sebelumnya terlihat stres berat. Bahkan selama empat hari diketahui tidak bisa tidur. Untuk itulah, tetangga sempat khawatir melihat kondisinya. Sehingga sempat dibawa ke RS jiwa pada 10 Agustus kemarin.

Atas kejadian itu, menurut AKP Suharyanto, keluarga sudah menerima dengan ikhlas dan menolak jenazah korban untuk diautopsi. Keluarga sudah merelakan kepergian korban, dan lebih memilih menganggapnya sebagai musibah.

”Korban tinggal di rumahnya hanya bersama dengan satu orang anaknya laki-laki yang berusia 13 tahun. Sementara suaminya sedang merantau bekerja sebagai buruh bangunan di Tegal,” imbuhnya.

Editor: Merie

 

Comments
Loading...