Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Penutupan Kedai Susu ‘Its Milk’ Disebut Matikan Kreativitas Anak Muda

Beberapa orang berada di depan Kedai Susu Its Milk dan meminta segel penutupan yang dipasang petugas Satpol PP dicabut (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Beberapa orang berada di depan Kedai Susu Its Milk dan meminta segel penutupan yang dipasang petugas Satpol PP dicabut (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Rembang pada Kamis (11/8/2016). Aksi ini sebagai bentuk protes atas penutupan atau penyegelan Kedai Susu Its Milk di Jalan Dr. Sutomo Kelurahan Kutoharjo, Rembang oleh Satpol PP.

M Faizal Hidayat, Direktur Its Milk Pusata mengatakan, penutupan terhadap Kedai Susu Its Milk hanya dilakukan sepihak. Dalam hal ini, pengelola katanya tidak pernah diajak untuk mediasi terkait penutupan tersebut dan tidak pernah ditunjukkan kenapa sampai kedai itu disegel.

Dirinya juga mengatakan, dengan adanya penutupan kedai tersebut, juga mematikan kreativitas anak muda untuk berwirausaha. “Setidaknya dengan keberadaan kedai ini juga menyerap tenaga kerja yang lumayan banyak, khususnya anak-anak muda. Kedai susu yang baru berdiri 6 bulan ini sudah memiliki tenaga kerja sebanyak 25 orang, dan semuanya tenaga kerja produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, jika penutupan kedai tersebut karena dinilai mengganggu warga sekitar, pihaknya menegaskan jika pihaknya sudah mendapatkan izin dari warga. Setidaknya, 30 KK yang berada di sekitar kedai susu sudah menyetujui keberadaan kedai susu tersebut.

“Atau penutupan ini karena tempat kedai ini berdekatan dengan rumah dinas pejabat Pengadilan Negeri Rembang? Kalau memang segala aktivitas kedai susu ini dinilai mengganggu lantaran berdekatan dengan rumah dinas pejabat pengadilan, kita dahulunya juga pernah berupaya silaturahmi ke penghuni rumah, namun kita malah ditolak dengan alasan capek kerja,” ungkapnya.

Kemudian jika terkait izin, pihakya sudah mengantongi izin dari tingkat kecamatan. “Usaha ini kan sifatnya mikro. Sebab modalnya saja Rp 40 juta. Dan itupun sudah terperinci. Sewa rumah selama satu tahun sebesar Rp 15 juta, dan modal kerja Rp 25 juta. Setahu saya, izin usaha mikro itu hanya sampai di tingkat kecamatan saja, dan Pak Camat Rembang juga sudah memperbolehkan,” katanya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...