Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hebat Ini, Anak-anak Tuna Netra Diajar Nasionalisme lewat Peta NKRI

kudus-tuna netra (e)
Anak-anak tuna netra di Balai Rehabilitasi Sosial Netra Pendowo Kudus diajari membaca peta, oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keterbatasan fisik seseorang, tidak lantas membuatnya menyerah begitu saja. Demikian juga dengan penyandang tuna netra, yang juga bisa membaca peta.

Hal itu dibuktikan oleh puluhan anak tuna netra di Balai Rehabilitasi Sosial Netra Pendowo Kudus. Di sana, sejumlah anak tuna netra diajari cara membaca peta dengan menggunakan tangan.

Prita Brada Bumi, kepala Bidang Atlas dan Pemeran Sosial di Pusat Tata Ruang dan Atlas pada Badan Informasi Geospasial (BIG) mengataka, 30 anak di panti itu, diajari membaca peta.

Mengenai media yang dilakukan, adalah media khusus sejenis buku dengan titik timbul. ”Buku juga menggunakan simbol khusus. Jadi para tuna netra ini masih dapat memahami dengan rangsangan yang diraba pada buku,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (11/8/2016).

Menurutnya, buku tersebut sangat akurat. Sebab peta yang dipelajari adalah standar dari BIG. Buku itu juga tiap tahun dicetak, namun dengan materi yang berbeda-beda.

Dasar adanya pelatihan itu, adalah mengacu pada UU Nomor 4 Tahun 2011 tentang semua orang bisa membuat peta. Termasuk juga untuk tuna netra. ”Peta yang dibaca merupakan peta NKRI. Jadi mereka juga tahu kalau bentuk negara Indonesia itu semacam apa,” ungkapnya.

Prita mengungkapkan, 30 anak yang dipilih merupakan anak yang dianggap sudah siap. Sedangkan total sejumlah 45, namun yang 15 dianggap belum siap lantaran baru.

Berdasarkan pantauan, sejumlah anak yang mempelajari peta nampak bahagia. Mereka nampak antusias untuk mempelajarinya.

”Pelaksanaan dimulai kemarin hingga hari ini. Mudah-mudahan mereka dapat senang, sehingga tahu daerah daerah Indonesia. Termasuk juga peta wisata,” ungkapnya.

Editor: Merie

Comments
Loading...