Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tidak Butuh Kios, Warga Krandon Demo Kadesnya

kudus-demo warga (e)
Warga Desa Krandon, Kecamatan Kota, melakukan aksi unjuk rasa malam-malam, untuk memprotes pendirian kios di bekas tanah bong desa tersebut. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sedikitnya 50 warga Desa Krandon, Kecamatan Kota, melakukan aksi unjuk rasa di bekas tanah bong Desa Krandon. Aksi warga yang dilakukan pada Rabu (10/8/2016) malam itu, adalah untuk menolak rencana pembangunan kios di lahan tanah tersebut.

Mudhofir, warga Krandon mengungkapkan, aksi yang dilakukan merupakan sikap keprihatinan warga, atas rencana kepala desa (kades) yang hendak membangun kiso di lokasi. Sebab, warga tidak menginginkan adanya tanah yang digunakan untuk pembangunan kios.

”Kami warga membutuhkan tanah ini menjadi ruang hijau. Atau menjadi balai desa. Sebab balai desa di sini sangat sempit. Dan tanah ini cukup luas untuk digunakan sebagai kantor desa,” katanya.

Menurutnya, tanah bekas peninggalan Belanda itu tidak sepatutnya dibuat menjadi kios. Terlebih setelah pihak nya melakukan penyelidikan, kios itu diduga merupakan milik saudara kades sendiri.

Dia juga mengatakan, kalau kios sendiri sudah ada. Jumlahnya tiga kios. Di mana setiap kiosnya dipatok harga sewa Rp 5 juta. Dan dari kuitansi yang diketahui pihaknya, bertuliskan tanda terima dari kades dan untuk keperluan pembangunan lapak.

”Kalau dibiarkan, maka tanah seluas 3.000 meter persegi lebih ini, bakal jadi kios semua. Padahal bisa digunakan untuk kepentingan lain,” ujarnya.

Ditambahkannya, kalau aksi yang dilakukan merupakan aksi protes dan sikap kekecewaan warga. Sebab, warga sudah melakukan komunikasi dengan desa perihal itu, namun desa terkesan tidak menggubris.

Dalam aksi yang digelar semalam, para warga menempelkan spanduk bertuliskan penolakan. Di antaranya tertulis ”Jangan jual tanah negara, Bongkar bos!, serta tulisan ”Bupati, tegakkan hukum tanpa pandang kawan”.

Editor: Merie

 

Comments
Loading...