Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Duh, Punya Dana Besar, Alokasi Anggaran Pemberdayaan Masyarakat Desa di Grobogan Masih Minim

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti saat memberikan pengarahan pada kepala desa belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti saat memberikan pengarahan pada kepala desa belum lama ini (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Program pemberdayaan masyarakat desa di wilayah Grobogan sejauh ini ternyata masih sangat minim anggarannya. Padahal, saat ini, alokasi dana yang didapat hampir semua desa meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kabag Pemerintahan Desa Pemkab Grobogan Daru Wisakti menyatakan, sejauh ini bidang pemberdayaan masyarakat di desa hanya dapat alokasi anggaran Rp 2,9 miliar sekitar 0,69 persen saja. Angka ini berdasarkan hasil rekapitulasi APBDes 2016 di 273 desa.

Sebagian besar pendapatan desa dibelanjakan untuk bidang pembangunan. Angkanya mencapai Rp 244 miliar atau 57,63 persen disusul bidang penyelenggaraan pemerintahan desa sebesar Rp 157 miliar atau 37,21 persen.

Kemudian, bidang pembinaan kemasyarakatan alokasinya hanya Rp 18 miliar atau 4,27 persen saja. Sedangkan biaya tak terduga alokasinya Rp 844 juta atau 0,20 persen. “Jadi penggunaan dana di desa ini memang paling besar disalurkan pada bidang pembangunan. Untuk bidang lainnya, alokasinya selisih jauh sekali,” kata mantan Kepala Kantor Satpol PP Grobogan itu.

Ke depan, Daru meminta agar kepala desa juga memerhatikan bidang lainnya. Terutama pemberdayaan masyarakat seperti kalangan UMKM. Sebab, sektor ini dinilai juga cukup penting mendapat anggaran supaya perekonomian di desa bisa berkembang cepat.

Menurutnya, kebijakan itu dinilai sangat memungkinkan. Sebab, pendapatan yang didapat desa saat ini dinilai cukup besar.Dari rekapitulasi APBDes 2016 tersebut diketahui jika total pendapatan 273 desa mencapai Rp 454 miliar. Komposisinya, pendapatan asli desa mencapai Rp 119 miliar atau 26,3 persen, dana transfer Rp 224 miliar atau 73,5 persen. Dana transfer ini berasal dari dana desa, bagi hasil pajak, ADD, dan bankeu.

 Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...