Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Usai Dilantik, Pejabat Pemkab Kudus Diancam Dicopot Jika Mbalelo

catur
Suasana pelantikan pejabat Pemkab Kudus yang berlangsung di pendapa pemkab setempat. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Bupati Kudus Musthofa menegaskan jika ada pejabat pemkab yang baru dilantik, atau yang sedang menjabat, akan dicopot jika mbalelo.

“Walaupun sudah dilantik namun tetap bakal melakukan evaluasi. Jika dirasa melenceng dan tidak menguasai, maka jabatan dapat dicopot,” kata Musthofa saat melantik beberapa kepala SKPD di kantor pemkab setempat, Rabu (10/8/2016).

Posisi beberapa kepala SKPD yang sebelumnya kosong, kini resmi telah terisi, Rabu (10/8/2016). Seperti halnya jabatan Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, sekarang diisi Catur Sulistyanto.

Sebelum dilantik, Catur pernah menjabat sebagai Plt di dinas tersebut menggantikan Edi Suprayitno, yang juga sebagai Plt di instansi itu. Edi, dalam pelantikan tadi dikembalikan ke kepala Kantor Ketahanan Pangan.

Selain Catur, Sekretaris BPMPPT Revlisianto Subekti juga ikut dilantik. Revli kini menjadi kepala BPMPPT, terhitung hari ini.

Nama lain yang tidak asing adalah Sudiharti, Plt Dinas Peregangan dan Pengelolaan Pasar itu, dilantik menjadi kepala dinas.  Dia sebelumnya menjabat plt selama bertahun tahun di dinas itu.

Selain itu, nama lain yang juga dilantik oleh bupati langsung adalah, Andreas Wahyu, yang sebelumnya Sekretaris Kecamatan Mejobo menjadi Camat Jati. Sedangkan Harso Widodo menjadi Camat Mejobo.

Nama lain juga, Arif Budianto yang sebelumya Kabid Promosi dan Perlindungan Konsumen menjadi Sekretaris Dinas Dagsar. Dan posisi kabid digantikan oleh Imam Prayitno, yang sebelumya menjadi Kasi PKL.

Selain nama-nama tersebut, bupati juga melantik puluhan nama lainnya. Bupati berharap dengan adanya pelantikan juga berdampak pada kinerja, sehingga bisa lebih bagus lagi.

“Tidak bisa membuang waktu, harus langsung kerja. Dan dalam bekerja jangan melihat jam kerja, namun berbuat yang terbaik untuk Kudus dan masyarakat luas,” katanya.

Jika kinerja bagus, maka promosi untuk naik jabatan dapat dilakukan dengan segera. Hal ini dilakukan bupati selama delapan tahun menjabat.

“Kami harapkan hasilnya akan lebih maksimal, sehingga mampu benar-benar melayani masyarakat dengan baik, tanpa melihat jam kerja,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...