Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Beredar Poster Sri Susahid-Saiful Arifin yang Catut Logo Demokrat dan Golkar

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kiri) menunjukkan poster black campaigne yang mencatut logo Partai Demokrat dan Golkar. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto (kiri) menunjukkan poster black campaigne yang mencatut logo Partai Demokrat dan Golkar. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Poster yang menjadi bagian dari kampanye hitam kembali menyerang Saiful Arifin, Wakil Bupati Pati yang akan berpasangan dengan Haryanto. Poster kampanye hitam itu tersebar di depan RSUD Soewondo hingga sekitar Desa Kajar, Trangkil, Pati.

Dalam poster tersebut, Saiful Arifin dipasangkan dengan Sri Susahid, bakal calon bupati yang akan mendaftar melalui jalur independen. Kedua foto tersebut bertuliskan “Bupati dan Wakil Bupati 2017-2022”.

Parahnya, terdapat logo Partai Demokrat dan Golkar pada bagian atas. Hal itu yang mengundang reaksi keras dari Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pati Joni Kurnianto. “Kader-kader kami menemukan di kawasan depan RSUD Soewondo sampai dengan Kajar. Poster itu berukuran 50×75 cm. Saya yakin, itu bukan Pak Susahid dan Saiful Arifin yang melakukan. Apalagi, logo Demokrat dan Golkar ada di situ. Jelas, ini adalah black campaigne,” ujar Joni saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (10/8/2016).

Keberadaan logo Demokrat yang ada di poster tersebut saat ini dipermasalahkan kalangan kader Demokrat. Joni mengaku tidak terima dengan kondisi black campaigne yang akan membuat kondisi Pilkada Pati 2017 menjadi tidak kondusif.

Pihaknya akan melaporkan hal tersebut kepada Panwaslu. Bahkan, dia akan segera menggelar rapat internal untuk membahas upaya black campaigne yang mencatut nama Demokrat. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Ketua Golkar Pati, Aji Sudarmaji untuk melakukan kajian lebih lanjut,” imbuh Joni.

Kasus black campaigne tersebut juga akan dibawa ke ranah hukum. Hal itu agar menjadi peringatan supaya tidak main-main dengan partai politik yang keberadaannya dilindungi Undang-undang. “Jangan dibuat main-main, kita akan ambil langkah hukum dengan konsultasi dengan kuasa hukum kami,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...