Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Rembang Tolak Rencana Full Day School

 Bupati Rembang Abdul Hafidz secara tegas menolak rencana full day school (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz secara tegas menolak rencana full day school (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz menolak wacana penerapan sekolah penuh sehari atau full day school yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

“Secara tegas kita menolak wacana itu. Sebab jika itu diterapkan, maka bisa merusak tatanan budaya yang ada di Rembang. Misalkan saja, Rembang ini banyak sekali sekolah nonformal yang jam belajarnya ketika sore hari, di antaranya Madrasah Diniyah, TPQ, maupun sekolah agama lainnya,” kata Hafidz.

Dia juga mengatakan, wacana tersebut bila diterapkan maka akan bisa memberatkan orang tua. Khsususnya wali murid yang mempunyai penghasilan pas-pasan.”Kita contohkan saja, petani itu penghasilannya sekitar Rp   50 ribu per hari. Jika mereka memberikan uang saku pada anaknya yang mengikuti sekolah seharian penuh, maka penghasilan mereka akan habis hanya uang saku anaknya. Terkadang penghasilan Rp 50 ribu itu tidak setiap hari didapatkan, kadang sepi, kadang tidak ada kerjaan,” bebernya.

Dia menilai, sistem full day school itu cocoknya diterapkan di negara-negara maju. Sebab pemerintahnya juga sudah menyediakan semua fasilitas yang diperlukan. “Kalau di negara maju sih wajar, kalau sekolah mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Sebab, pemerintahnya sudah menyiapkan segala sesuatunya. Selain itu, wali muridnya juga mempunyai penghasilan yang mumpuni,” terangnya.

Dia juga menilai, full day school hanya untuk anak perkotaan yang kedua orang tuanya sibuk dengan berbagai pekerjaan. Namun, full day school juga akan efektif jika fasilitas di sekolah memadai.

“Fasilitasnya harus memadai. Laboratorium, ruang seni, ruang olahraga, harus representatif. Begitupun dengan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, Paskibra, harus bagus,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...