Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Achmadi : Dulu, Bapak Saya Dapat THR Mercon Sebesar Kaleng Biskuit

 

Ali Achmadi, Ketua Takmir Masjid Maslahatul Ummah Rembang, saat bercerita tentang keberadaan pabrik mercon di Rembang pada zaman kolonial Belanda (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Ali Achmadi, Ketua Takmir Masjid Maslahatul Ummah Rembang, saat bercerita tentang keberadaan pabrik mercon di Rembang pada zaman kolonial Belanda (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Pada zaman kolonial Belanda, di Rembang terdapat pabrik yang memproduksi mercon yang skalanya cukup besar ketika itu. Bahkan, produk mercon yang dibuat di pabrik tersebut di ekspor ke luar negeri.

Pabrik tersebut terdapat di Jalan Pemuda Km 03 Rembang, yang kini sudah dibangun Masjid Maslahatul Ummah, Kantor Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Rembang dan Gedung Haji.

Keberadaan pabrik mercon tersebut, dulu menyerap tenaga kerja yang cukup banyak dari wilayah setempat. Termasuk, salah satunya adalah Parijan, bapak dari Ali Achmadi, Takmir Masjid Maslahatul Ummah Rembang.

Ali Achmadi bercerita, ketika itu, karyawan yang bekerja di pabrik mercon tersebut mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) ketika menjelang Lebaran. “Bapak saya Parijan juga pernah  kerja di pabrik mercon milik warga Cina itu, dan sering mendapatkan THR berupa mercon. Bentuk dan besaran merconnya juga bermacam – macam. Ada yang sebesar knalpot motor, kaleng biskuit, bahkan ada yang sebesar lingkaran tiang listrik,” paparnya.

Ketika itu, katanya, siapa yang bekerja di pabrik mercon tersebut sudah dianggap orang terpandang. Sebab, penghasilan sebagai buruh di pabrik mercon itu sudah bisa menutupi kebutuhan sehari-hari. Baik untuk makan, atau keperluan lainnya. Karena gaji di pabrik mercon itu cukup besar di zamannya.

Tak hanya laki-laki saja yang bekerja di tempat tersebut, namun, tenaga kerja wanita juga cukup banyak yang bekerja di pabrik mercon. “Kebanyakan adalah warga Kabongan Kidul yang bekerja di pabrik tersebut. Namun, sebelum Indonesia merdeka, pabrik itu sudah kosong dan tinggal berupa bangunannya yang hampir roboh,” pungkasnya.

Baca juga :Siapa Sangka, Sebelum Didirikan Masjid, Lokasi Ini Dulunya Terdapat Pabrik Mercon Terbesar

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...