Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Harapan di Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia di Kudus

adat

 

MuriaNewsCom, Kudus – Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) tiap 9 Agustus selalu diperingati.

Tema peringatan tahun ini adalah hak pendidikan bagi masyarakat adat. Pemerintah (Kemendikbud) pertama kalinya mendukungnya bekerja sama dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Dirjen Kemendikbud, Hilmar Farid mengatakan, pemerintah berkomitmen penguatan kelembagaan agar ada pengakuan dari birokrat untuk melayaninya dan mengakuinya. Supaya masyarakat adat mendapatkan pendidikan yang sesuai spiritulitas dan budaya setempat.

Kini sedang dirancang Peraturan Menteri (Permen). Di dalamnya akan memuat kurikulum, bahan ajar, dan bentuk layanan pendidikan yang sesuai keinginan masyarakat adat.

Merespons upaya ini, Moh Rosyid, pegiat komunitas lintas agama dan kepercayaan Pantura (Tali Akrap) Kudus menyatakan, realisasi Permendikbud sangat ditunggu masyarakat adat, seperti sebagian anak wong Samin di Kudus yang sekolah formal, tapi diwajibkan menerima pelajaran agama ‘Pancasila’ padahal mereka mengaku beragama Adam.

Dalih penyelenggara pendidikan bahwa pemerintah hanya mengakui 6 agama saja. Pernyataan ini, tandas Rosyid, perlu diluruskan bahwa negara tak berhak membatasi jumlah agama.

Hal ini ditandaskan dalam penjelasan Pasal 1 Penpres No.1/PNPS/1965 tentang penodaan agama, asal ajaran agama (apa pun agamanya) tak bertentangan dengan perundangan.

“Mewarisi pemahaman yang salah perlu pelurusan,” tandas dosen STAIN Kudus ini di rilis persnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...