Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mebel Limbah Drum Jepara Bikin Bule Australia dan Singapura Kepincut 

Jpeg
Muhammad Nur Mustaqim memamerkan karyanya berupa kerajinan mebel dari limbah drum. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Siapa sangka, limbah drum (kaleng besar) yang berbahan besi dan seng ternyata mampu disulap menjadi berbagai produk mebel istimewa. Itu dapat dijumpai di salah satu sentra mebel di Kecamatan Tahunan Jepara.

Salah seorang perajin produk mebel dengan bahan limbah drum adalah Muhammad Nur Mustaqim. Mulai terasa langka bahan baku utama berupa kayu, membuat pemuda kelahiran 13 September 1993 ini mendapatkan ide yang cukup unik.

Ya, dia memanfaatkan limbah drum untuk dijadikan bahan utama produk mebel seperti kursi, lemari, wastafel, dan meja.

Pemuda yang tinggal di kawasan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan ini mengaku telah membuat ratusan produk, dengan belasan jenis yang menggunakan bahan utama drum bekas.

“Saya basicnya bukan dunia mebel, tetapi seni lukis. Awalnya hanya mencoba buat inovasi saat mendapatkan ide dari melihat gambar kursi berbentuk bulat. Dari situ saya coba dengan bahan drum bekas yang bulat,” ujar Mustaqim kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, bisnis yang dijalaninya saat ini baru berusia sekitar lima bulan. Sejak berdiri, dia sudah memproduksi sekitar 150 kerajinan berbahan drum.  Jenis kerajinan berbahan drum meliputi, kursi, lemari, wastafel, dan meja. Totalnya ada enam belas jenis kerajinan bebahan drum.

Pada awalnya, dia hanya membuat satu produk, yaitu jenis kursi. Setelah buatannya diposting di media sosial, tak berselang lama ternyata ada yang tertarik kemudian pesan 15 kursi untuk keperluan kafe dari pemesan.

Mustaqim mengaku, sebelum menjual kerajinan dari drum, dirinya berbisnis seni lukis. Itu sudah berlangsung sejak sekitar tiga tahun lalu. Pada awal-awal memang laris. Namun, belakangan semakin sepi karena banyak persaingan pasar. Dari sana kemudian dia berpikir untuk mencari ide baru. Akhirnya menemukan ide membuat drum bekas jadi kursi.

”Ini banyak memberi perubahan pada pendapatan saya. Biasanya hanya sekitar Rp 1 juta – Rp 2 juta per bulan. Sekarang bisa sampai dua kali lipat. Selain itu, yang semula saya hanya punya empat karyawan, sekarang sudah ada delapan karyawan yang membantu saya,” katanya.

Barang-barang karya Mustaqim  saat ini tak hanya laku di kalangan lokal. Namun, juga laku di luar negeri. Seperti Singapura dan Australia. ”Karena di Jepara banyak orang asing, akses ke luar bisa lumayan mudah. Pesanan dari luar negeri karena kebetulan beberapa kali orang asing lewat di depan rumahnya. Terus tertarik, kemudian orang asing itu memesannya untuk dikirim ke negara pemesan, ” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...