Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Putus Sekolah, ABG Cantik dan Manis Ini Jualan Bendera

jual bendera
Sri Rahmawati, penjual bendera menata dagangannya di Kaliputu, Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sri Rahmawati (16) terpaksa mengikuti jejak orang tuanya berjualan bendera. Gadis asal Garut Jawa Barat itu mengikuti berjualan bendera, lantaran putus sekolah.

Sri, nama panggilan gadis itu memilih jualan bendera karena sudah tidak ada kerjaan lain. Padahal, keinginan sekolah pada dirinya cukup tinggi, sebelum memutuskan ikut berjualan bendera.

“Bagaimana lagi, bisanya ya memang membantu orang tua jualan bendera. Daripada di rumah sana nganggur,” katanya kepada MuriaNewsCom saat menjual bendera di Desa Kaliputu, sekitar makam pahlawan.

Dia menjelaskan, kalau Sri sudah lulus SMP tahun lalu. Setelah itu, dia melanjutkan sekolah di SMK, Garut. Namun tidak lama, Sri hanya sekolah selama tiga bulan saja. Setelah itu, dia harus berhenti karena faktor biaya.

“Tidak kuat bayar sekolah, SPP mahal. Padahal lagi semangat semangatnya sekolah, jadi harus keluar,” ujarnya.

Setelah memutuskan keluar, kata dia, beberapa kerjaan dicoba untuk dilamar. Namun karena hanya lulusan SMP, sulit untuk diterima. Sehingga, selama setahun dia nganggur di rumah.

Gadis yang bercita-cita sebagai polisi itu, menjelaskan kalau keinginannya harus dilepas. Sebab, keinginan sekolah yang sulit dan alasan ekonomi juga menghalangi.

“Habis ini, rencana mau merantau ke Bandung. Ada tawaran kerjaan di butik,” ungkapnya.

Dia bersama orang tua menjual bendera. Selama Agustus, dalam sehari penjual bendera merah putih, mampu memperoleh omzet Rp 500 ribu.

“Saya baru jualan sejak Rabu kemarin, dan tiap hari, sekitar Rp 500 ribu didapat, dari empat bendera dan umbul umbul yang terbeli,” tambahnya.

Menurutnya, paling banyak dicari adalah umbul-umbul. Rata-rata, dia menjual dengan harga sekitar Rp 100 ribu.

Dia memanjakan, di Kudus, penjual asal Garut sejumlah 20 orang. Biasanya, satu kelompok terdapat lima orang, degan menjual sejuta 4 karung bendera dan umbul umbul.

“Kami kos bersama sama, di daerah wergu. Kami mengelompokkan secara keluarga,” ujarnya

Mereka rencana akan berjualan hingga 16 Agustus nanti. Dengan waktu jualan pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...