Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Kutuk Saksikan Pemutaran Film Cukai dengan Antusias Sambil Belajar Manfaatnya

 Warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, antusias menyaksikan film sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, yang digelar Kamis (4/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)

Warga Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, antusias menyaksikan film sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, yang digelar Kamis (4/8/2016) malam. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Manfaat dari sosialisasi aturan penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dengan memutar film iklan cukai, manfaatnya dirasakan oleh warga yang desanya dijadikan lokasi pemutaran film.

Sebagaimana yang dilakukan di Desa Kutuk, Kecamatan Undaan, Kudus, pada Kamis (4/8/2016) malam kemarin. Warga menyadari bahwa ternyata ada manfaat dari pemutaran film mengenai cukai ini.

”Tadi saya lihat ada film yang memperlihatkan jika di Kudus ada pelatihan-pelatihan yang dibuat untuk warga, dengan menggunakan dana cukai. Pelatihannya cukup banyak juga ternyata,” kata Muhammad, salah seorang warga Desa Kutuk, yang ikut hadir di kegiatan tersebut.

Menurutnya, pemutaran film ini sangat bagus, karena bisa memperlihatkan kepada warga bahwa dana cukai memang digunakan untuk kesejahteraan warga. ”Kita juga ditunjukkan untuk ikut membantu Pemkab Kudus memberantas cukai ilegal. Jadi, ini adalah sosialisasi yang bagus untuk kita semua,” jelasnya.

Pemutaran film cukai di Kutuk ini, adalah bagian dari rangkaian kegiatan sosialisasi ke desa-desa yang ada di wilayah ini. ”Desa Kutuk menjadi satu dari sekian banyak desa yang kita sambangi, untuk diputarkan film mengenai sosialisasi cukai ini,” jelas Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut Winarno.

Pemutaran film iklan cukai di Kutuk ini, sama dengan kegiatan sebelumnya yang sudah digelar di berbagai desa di Kudus lainnya. Kegiatan yang digelar ini, dengan berlandaskan Peratuan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK 07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi atas Penyalahgunaan Alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Winarno mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi bagaimana warga antusias menyambut kegiatan sosialisasi ini. Apalagi, kegiatan ini dikemas dengan cara menghibur layaknya pemutaran film layar tancap. ”Jarang-jarang ada sekarang ini pertunjukan layar tancap. Sehingga kita sangat senang sekali bisa terjun langsung ke masyarakat, guna memberikan pemahaman akan aturan soal penggunaan dana cukai ini,” paparnya.

Selain pemutaran film, warga juga dihibur dengan pertunjukan musik yang dibawa ke sana. Warga bisa menikmati sajian musik yang memang dikhususkan untuk menghibur mereka.

”Dari kegiatan ini, warga Desa Kutuk bisa melihat sendiri bagaimana dana cukai itu digunakan. Yakni demi kesejahteraan warga itu sendiri. Bagaimana bisa memanfaatkan dana ini dengan baik, bisa disaksikan lewat pemutaran film ini,” terangnya.

Winarno menganggap penting jika warga Desa Kutuk, menyaksikan film ini. Karena mereka adalah bagian yang berhak untuk memanfaatkan dana cukai, demi peningkatan kesejahteraan mereka.

”Itu sebabnya, kita putarkan film berbagai penggunaan dana cukai. Biar warga bisa paham, bahwa mereka adalah bagian yang tidak terpisahkan dalam penggunaan dana cukai yang diterima Pemkab Kudus. Yakni digunakan untuk peningkatan kesejahteraan mereka,” paparnya.

Ada banyak tema yang diperlihatkan dalam film-film garapan Bagian Humas tersebut. Namun intinya adalah bagaimana dana cukai tersebut, bisa digunakan warga untuk meningkatkan pendapatan atau kesejahteraan mereka.

Dengan sosialisasi melalui film ini, Winarno mengatakan, pihaknya ingin mengajak masyarakat luas, supaya bisa memahami aturan soal cukai ini. Termasuk bahwa dana cukai itu digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga, melalui berbagai kegiatan.

Setelah Desa Kutuk, kegiatan pemutaran film ini akan digelar juga di Desa Pladen (Jekulo) pada 6 Agustus 2016, Desa Payaman (Mejobo) pada 10 Agustus 2016, Desa Hadipolo (Jekulo) pada 13 Agustus 2016, dan Desa Honggosoco (Jekulo) yang belum ditentukan tanggalnya. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Comments
Loading...