Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Pati Diminta Tidak Terprovokasi Kasus Tanjungbalai

 Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo dan Wakapolres Pati Kompol Nyamin memberikan arahan untuk tidak terprovokasi kasus Tanjungbalai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo dan Wakapolres Pati Kompol Nyamin memberikan arahan untuk tidak terprovokasi kasus Tanjungbalai. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warga Pati yang selama ini hidup berdampingan secara rukun dengan warga lintas agama diminta tidak terprovokasi dengan kasus berbasis SARA yang terjadi di Tanjungbalai, Sumatera Utara. Imbauan itu diucapkan Kapolres Pati AKBP Ari Wibowo, Jumat (5/8/2016).

“Konflik di Tanjungbalai sebetulnya konflik perseorangan karena kurang ada komunikasi yang baik. Kami minta warga Pati tidak terprovokasi dengan masalah yang ada di daerah luar. Mari kita jaga situasi yang kondusif di Kabupaten Pati,” imbau Ari Wibowo.

Untuk mengantisipasi adanya kemungkinan provokasi, Polres Pati mengundang Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati yang dihadiri tokoh-tokoh agama lintas kepercayaan. Mereka dihadirkan untuk melakukan dialog supaya tidak terjadi tindakan provokatif atas kasus Tanjungbalai.

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Pati Ahmad Choiron memastikan bila Pati belum terkontaminasi dengan peristiwa di Tanjungbalai. Pati sendiri diakui sebagai daerah yang lama menjunjung tinggi toleransi.

Karena itu, ia berharap tidak ada pihak-pihak yang mencoba untuk memecah belah tradisi toleransi yang sudah lama terbangun dengan baik di Pati. “Untuk pendirian gereja di samping Pabrik Garuda, sampai saat ini belum direkomendasikan dan belum mendapatkan izin. Tidak ada masalah di Pati, karena semua warganya rukun,” tutur Choiron.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...