Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

La Nina Ancam Petani Garam di Pati

 Toni meninjau tambaknya yang tidak digunakan untuk memproduksi garam, karena ada gejala La Nina. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Toni meninjau tambaknya yang tidak digunakan untuk memproduksi garam, karena ada gejala La Nina. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Gejala La Nina, hujan turun di musim kemarau yang diperkirakan terjadi selama Agustus 2016 mengancam petani garam di sejumlah daerah di Kabupaten Pati. Beberapa di antara mereka lebih memilih berhenti memproduksi garam.

Dari pantauan MuriaNewsCom di Desa Tlogoarum, Wedarijaksa, Jumat (5/8/2016), sejumlah petani yang biasanya beraktivitas memproduksi garam di kawasan tambak, kini terlihat sepi. Padahal, musim kemarau biasanya membawa berkah bagi para petani untuk memproduksi garam.

Toni (31), petani garam setempat menyebut, sedikitnya 50 persen petani di desanya lebih memilih berhenti memproduksi garam karena gejala La Nina, yang hujan masih sering turun, kendati sudah masuk musim kemarau. “Cuaca tidak bisa diprediksi. Meski musim kemarau, hujan masih sering terjadi,” ucap Toni.

Petani yang sudah 13 tahun memproduksi garam ini mengatakan, para petani bisa memproduksi dua ton garam per hari bila cuaca normal. Dua ton garam itu bisa diproduksi pada lahan tambak seluas satu hektare.

Namun, saat ini ia harus rela berhenti memproduksi garam karena cuaca tidak menentu. Dia tidak mau menanggung risiko ketika melakukan penjemuran, tiba-tiba hujan turun. Akibatnya, ayah dari satu anak ini harus mencari pekerjaan serabutan untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya.

 Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...