Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Permintaan Tim Relawan Biar Penanganan Bencana di Grobogan Bisa Lebih Maksimal

 

Tim relawan menggelar rakor untuk menyamakan persepsi dalam penanganan bencana alam (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Tim relawan menggelar rakor untuk menyamakan persepsi dalam penanganan bencana alam (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski pelaksanaan penanganan terhadap peristiwa bencana alam sudah dilakukan cukup baik, namun ada satu usulan menarik yang dilontarkan tim relawan saat rakor di Kantor BPBD Grobogan, Jumat (5/8/2016). Mereka mengusulkan adanya latihan bersama atau simulasi penanganan bencana secara rutin.

Hal itu perlu dilakukan supaya terjadi koordinasi yang lebih baik lagi di antara elemen relawan. Selama ini, latihan rutin lebih banyak dilakukan oleh personel dari BPBD sendiri.

“Kami berharap supaya sesekali ada latihan gabungan atau semacam simulasi. Dengan demikian, masing-masing tim relawan bisa lebih memahami tugasnya dan koordinasi di lapangan bisa makin baik,” kata Agus Winarno, perwakilan relawan dari unsur pramuka.

Selain dari pramuka, ada beberapa unsur relawan yang mengikuti rakor tersebut. Di antaranya, PMI, Orari, Tagana, RAPI, dan tim SAR dari BPBD Grobogan. Menanggapi usulan tersebut, Kepala BPBD Grobogan Agus Sulaksono menyatakan, sangat mendukung adanya latihan bersama di antara para relawan dan tim SAR yang dimiliki.

Menurutnya, adanya latihan bersama akan membuat penanganan bencana menjadi lebih cepat dan meminimalkan kendala yang terjadi di lapangan. “Saya sangat mengapresiasi usulan ini. Ke depan, akan kita lakukan latihan bersama penanganan bencana. Masing-masing unsur relawan memang harus dapat pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab yang harus dilakukan,” katanya.

Agus menyatakan, latihan bersama itu nantinya akan dijadwalkan secara rutin. Untuk simulasinya juga akan dilakukan dalam beberapa kondisi. Misalnya, penanganan untuk bencana banjir, tanah longsor, angin lisus atau kebakaran. Hal itu penting dilakukan karena tiap-tiap bencana ini butuh penanganan yang berbeda.

“Makanya, sengaja kita gelar rakor penanganan bencana yang melibatkan berbagai unsur relawan. Melalui rakor ini kita memang menginginkan berbagai masukan dan menyamakan persepsi dalam penanganan bencana,” imbuhnya.

 Editor : Kholistiono

Comments
Loading...