Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Truk Besar Masuk Kota, Pemkab Harus Siapkan Jalur Khusus

FOKUS : SAAT TRUK BEBAS MELAJU DI JALUR KOTA KUDUS

 

Petugas memeriksa awak truk di salah satu jalan di Kudus. (MuriaNewsCom)
Petugas memeriksa awak truk di salah satu jalan di Kudus. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Keberadaan jalan di Kabupaten Kudus yang sempit, memang harus menjadi perhatian tersendiri. Tidak seimbangnya volume kendaraan dan jalan, membuat persoalan truk-truk besar yang masuk jalur-jalur tengah kota harus disikapi dengan baik.

Ketua Partai Rakyat Demokratik (PRD) Kudus Agung ”Ceguk” Setiadi mengatakan, selain keluhan masyarakat, keberadaan truk-truk besar yang masuk kota, jalanan kota yang sempit, akan menimbulkan kemacetan.

”Apalagi sering sekali even atau kegiatan yang digelar di tengah kota. Dan itu saja sudah macet. Apalagi kemudian banyak truk-truk besar yang melintas di sana,” katanya, Rabu (3/8/2016).

Karena itu, menurut Ceguk, jika memang truk-truk besar itu harus lewat tengah kota, maka Pemkab Kudus harus menyediakan jalur-jalur khusus, yang kemudian tidak menganggu pengendara lainnya.

Jalur khusus itu diperlukan, supaya kendaraan-kendaraan lain seperti mobil dan motor, tidak harus berjibaku dengan truk-truk besar. ”Bukannya dengan adanya jalur khusus itu, kemudian kondisi jalan akan bisa tertib. Tidak campur aduk tidak karuan,” jelasnya.

Hanya saja, sampai saat ini Ceguk tidak melihat adanya niatan dari pemkab untuk membangun jalur khusus itu. Yang ada malah, jalur khusus untuk kendaraan bermotor, yang kemudian dibongkar dan menjadi jalur bebas bagi kendaraan mana saja.

”Pemkab seolah memberi ruang bagi kendaraan mana saja untuk masuk ke sana. Lihat saja Jalan Ahmad Yani dari alun-alun ke selatan itu. Jalur khusus motor yang selama ini ada, justru dibongkar. Tapi kemudian dijadikan apa coba. Malah jadi tempat parkir, kan. Bukan dirancang adanya jalur khusus lain, ini malah buat situasi jalan menjadi tidak karuan,” paparnya.

Ceguk juga melihat adanya ketidakadilan terhadap truk-truk ini. Ada kesenjangan sosial, ketika truk-truk dari perusahaan-perusahaan kecil, seringkali dihukum karena melintasi jalur di tengah kota.

Itu berbeda dengan truk-truk besar dari perusahaan besar. Mereka masih leluasa untuk menggunakan jalur kota yang sempit dan sering macet. ”Ini kami anggap sebagai kesenjangan sosial. Sehingga ketidakadilan muncul. Harusnya pemkab memperhatikan ini dengan benar, karena jalur kota yang sempit dan tidak bisa diperlebar lagi. Kalau tidak, ini akan menjadi masalah di masa datang,” imbuhnya.

Editor: Merie

Baca jugaMeski Dilarang, Truk Besar Kerap Masuk Perkotaan di Kudus   

 

Comments
Loading...