MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hantu Numpang Naik Motor di Blora

1.750

ditumpangi-hantu

 

MuriaNewsCom, Blora – Dari sekian pengalaman misteri, pengalaman yang saya tulis kali ini adalah pengalaman misteri saat turing dengan seorang kawan dari Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah sekitar 3 tahun yang lalu.

Selepas kami dari Ciamis, Jawa Barat, baliknya aku ikut mampir ke rumah kawan di Purwodadi untuk istirahat sehari sebelum balik ke Tuban, Jawa Timur.

Keesokan harinya selepas asar dengan mengendarai motor masing-masing dia mengantarku sampai Bledug Kuwu sekalian untuk menemaniku untuk mengambil gambar di obyek wisata itu dan sekadar menikmati es kelapa muda yang memang banyak dijual di situ.

Keasyikan melihat obyek wisata bumi yang sedang batuk itu tidak terasa hari sudah menjelang maghrib. Baru selepas maghrib, saya memulai perjalanan pulang ke Tuban, yang mungkin membutuhkan 3 atau 4 jam perjalanan, maklum jalan alternatif Cepu-Semarang ini rusak parah waktu itu.

Sebenarnya saya sudah merasa ada yang lain saat akan memulai perjalanan pulang ini. Sejak saya meluncur dari Bledug Kuwu, saat motor yang saya kendarai memasuki kawasan Kecamatan Kradenan, Grobogan, tiba-tiba ban bocor.

Untungnya masih ada satu tukang tembal ban deket kantor kecamatan yang masih buka. Setelah itu ketika memasuki Kecamatan Gabus tiba-tiba lampu depan mati, terpaksa saya berhenti di pasar Sulursari untuk memperbaikinya.

Beberapa saat setelah lampu kembali normal saya lanjutkan perjalanan. Sekitar satu jam saya baru masuk masuk Randu Blatung, Blora, Jawa Tengah. Sekitar satu jam kemudian melintasi area hutan jati barulah saya sampai ke wilayah Klopo Duwur, Blora.

Kurang dari 30 menit kemudian saya sudah memasuki pusat Kabupaten Blora dan langsung mengambil jurusan Bojonegoro. Lepas dari Batalyon 410 Blora sekitar 500 meter tiba-tiba tanpa sebab mesin motor mati.

Sebelumnya ini belum pernah terjadi. Di samping masih tergolong motor yang baru saat itu. Sebelum berangkat touring saya selalu mempersiapkan motor sesempurna mungkin. Sedikit jengkel, saya tepikan motor ke tepi jalan dan memang jalanan saat itu masih ramai dari arah Blora menuju Bojonegoro, Jawa Timur.

Belum sempat menyandarkan standar motor, saya dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba oleh wanita tua, dari mana datangnya saya tidak jelas. “Mas boleh saya minta tolong.” Kata wanita tua itu.

Saya menoleh ke arah lelaki tua itu yang menyapaku itu, “Apa yang bisa saya bantu Mbah?” jawabku. “Saya boleh menumpang sampai di Bogorejo, mau naik ojek sya tidak ada uang, Nak!” kata nenek tua itu bernada melas. “Oo monggo Mbah, kebetulan nanti saya lewat situ. Tapi sabar dulu ya Mbah, motor saya agak rewel, saya akan cek dulu mesinnya sebentar”.

Saya sama sekali tidak memperhatikan lagi wanita tua itu, saya terus konsentrasi dengan motorku. Setelah mengecek kondisi mesin, ternyata tidak ada sedikit masalah apapun terhadap mesin motorku. Begitu mesin motor saya starter langsung menyala, saya segera melanjutkan perjalanan yang sebelumnya mempersilahkan wanita tua itu segera naik ke motor.

“Pegangan ya Mbah!” sambil aku lajukan motor, namun kali ini saya hanya melajukan motor dengan kecepatan standar karena membonceng seorang wanita, tua lagi. Waktu tertunda lagi satu jam lagi untuk sampai ke rumah.

Bau wangi dari wanita tua itu sebenarnya yang membuat risih. Sebab bau wanginya tidak seperti wewangian pada umumnya, saya rasa wewangian itu aneh.

Dalam pikir saya, nenek ini gaul juga, ya masak punya parfum tapi tidak punya uang untuk ojek. Namun, aku tidak mempedulikannya, saya anggap bau wangi seperti ini sama dengan wangian wanita yang ada di kampung saya juga.

Umumnya pada helatan hajatan kebiasaan mereka memakai wangian, namun ya itu tadi menyengat. Dalam perjalanan tidak banyak yang saya bicara dengan nenek itu, sebatas mengingatkan untuk pegangan saja, di samping itu saya harus berkonsentrasi mengemudikan motor.

Ketika memasuki Kecamatan Bogorejo, Blora saya mencoba bertanya pada wanita tua itu. Tetapi sama sekali tak ada jawaban dari wanita itu. Tidak dengan barangkali pikirku, karena waktu saya tanya sama dia kondisi motor sedang berjalan.

Sampai di dekat pasar Bogorejo saya bertanya lagi pada wanita itu. Namun tetap tak ada jawaban. Saya tepikan motor di dekat simpang tak jauh dari pasar dengan tujuan hendak bertanya kembali pada wanita itu, namun saat saya menoleh ke belakang saya sangat terkejut. Wanita yang saya bonceng raib entah kemana perginya.

Cerita dikutip dari blogspot Abyarsyyadwahaby. Silakan bagi yang punya cerita misteri, bisa kirimkan ke alamat email red.murianews@gmail.com. Bisa juga dikirim ke Fanpage Murianewscom. Pihak redaksi akan menayangkannya.

Editor : Akrom Hazami

Baca juga :  Ketemu Hantu Terbang Sedang Nyeberang Jalan

Hantu Cantik di Tikungan di Rembang Siap Menakutimu 

 

 

 

HUT ke-293 Grobogan

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.