MURIANEWS.com
Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dari Jualan Kopi Lelet, Marsinah Bisa Kuliahkan Anaknya

471
 Marsinah tengah menyangrai biji-biji kopi untuk dijual di warung kopi miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Marsinah tengah menyangrai biji-biji kopi untuk dijual di warung kopi miliknya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Biji-biji kopi bagi Marsinah bisa membawa berkah. Dari biji kopi pilihan yang diperolehnya dari Semarang, Marsinah bisa jualan kopi lelet di warung miliknya di Desa Panggungroyom, Kecamatan Wedarijaksa, Pati.

Kendati terlihat begitu sederhana, dari biji kopi itu Marsinah bisa bertahan hidup untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dari biji kopi pula, Marsinah bisa menyekolahkan anak pertamanya hingga jenjang perguruan tinggi di Universitas Negeri Semarang (UNNES).

Tak hanya itu, dua anak perempuannya juga bisa sekolah dengan lancar dan baik. Karena itu, biji kopi bagi Marsinah adalah berkah. Namun, biji kopi itu tidak akan bisa membawa berkah tanpa dilandasi dengan usaha, kerja keras, dan doa.

“Alhamdulillah, dari jualan kopi lelet hasil buatan sendiri, saya bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. saya bisa menyekolahkan anak-anak hingga anak pertama bisa kuliah di UNNES,” ungkap Marsinah, Senin (1/8/2016).

Dia mengaku, usaha kopi lelet itu dilakukan secara turun temurun dari keluarga suaminya. Karena itu, usaha itu bisa jadi nanti diwariskan kepada keturunannya. Namun, ia tidak memaksa bila anaknya nanti tidak ada yang mau melanjutkan warungnya tersebut.

“Warung kopi ini memang turun temurun. Namun, bila saya nanti harus pensiunan dan istirahat dari jualan, anak-anak bisa memilih pekerjaan terbaiknya, tidak harus berjualan kopi,” tutur Marsinah.

Sidik, salah satu pelanggan asal Trangkil mengaku tidak bisa lari dari kopi bikinan Marsinah. Bahkan, ia mulai langganan dari SMP hingga bekerja. “Saya sudah biasa ngopi di sini. Kopinya lembut dan mantap,” ujar Sidik.

Editor : Kholistiono

 

HUT ke-293 Grobogan

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.