Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Meski Dilarang, Truk Besar Kerap Masuk Perkotaan di Kudus

FOKUS : SAAT TRUK BEBAS MELAJU DI JALUR KOTA KUDUS

Rambu lalu lintas yang menandakan kendaraan besar dilarang lewat di jalan Kudus-Jepara, di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)
Rambu lalu lintas yang menandakan kendaraan besar dilarang lewat di jalan Kudus-Jepara, di Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Jalan-jalan di Kota Kudus, idealnya diperuntukkan bagi kendaraan pribadi, hingga sepeda motor. Tapi ternyata tidak demikian.

Bahkan, peraturan lalu lintas seperti larangan truk besar memasuki kota, ternyata masih banyak dilanggar. Tidak hanya beberapa kendaraan saja, melainkan banyak kendaraan besar yang memasuki wilayah perkotaan.

Kabid Lalu Lintas Angkutan dan Jalan (LLAJ) Dishubkominfo Kudus Putut Sri Kuncoro mengatakan, daerah perkotaan tidak boleh dilewati kendaraan besar jenis truk maupun mobil boks. Hanya, sopir masih melakukan melanggar aturan.

“Rambu rambu sudah sangat jelas, dan jumlahnya juga sangat banyak. Ternyata masih juga banyak kendaraan besar yang nekat menerobos,” katanya kepada MuriaNewsCom, Senin (1/8/2016)

Berdasarkan pantauan yang dilakukan petugas, daerah yang perkotaan yang kerap dilalui kendaraan besar adalah jalan Johar, jalan Sunan Kudus, jalan Tanjung, Jalan Pramuka dan jalan perkotaan lainnya.

Truk kerap melintas di jam sibuk. Kondisi tersebut menyulitkan sepeda motor, dan kendaraan keluarga untuk melaju bebas. Tidak heran jika arus lalu lintas kerap tersendat.

Dia mencontohkan, untuk jalan Johar kendaraan besar seperti truk dan kendaraan boks pengangkut, kerap kali berhenti. Truk bongkar muat yang parkir di tepi jalan. Akibatnya, arus kendaraan jadi terhambat.

“Begitu pula jalan lainnya, bahkan di Simpang Tujuh, juga beberapa kali ada kendaraan besar yang nekat berhenti. Padahal kawasan Simpang Tujuh jelas-jelas daerah larangan bagi kendaraan tersebut,” ungkapnya.

Mengenai tindakan yang dilakukan, kata Putut, petugas sering melakukan patroli. Ketika menjumpai kendaraan yang parkir sembarangan. Akan langsung ditegur dan diminta geser atau pergi.

“Namun tiap ada petugas mereka mau pergi. Soalnya mereka tahu kalau mereka salah. Hanya esok harinya kesalahan mereka kembali diulang,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...