Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tiket Presale Last Child dan Souljah Lebih Murah Daripada di Lokasi Konser

sukun e

 

MuriaNewsCom, Kudus – Penjualan tiket presale konser Pemuda untuk Indonesia yang digelar KNPI Kudus bersama W Mld resmi ditutup Jumat pukul 23.59 WIB. Penutupan tersebut sesuai dengan jadwal panitia terkait penjualan tiket.

Salah satu panitia Konser Pemuda untuk Indonesia Ahmad Amir Faisol mengatakan, sejauh ini tiket presale memang sangat diminati oleh masyarakat Kudus. Ini lantaran harganya jauh lebih murah dari pada tiket saat hari H atau tiket OTS.

”Harga tiket presale bisa didapat dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 20 ribu. Tapi untuk tiket OTS harus lebih mahal, yakni Rp 25 ribu,” ungkapnya.

Dengan harga tersebut, penjualan tiket presale berhasil tembus diangka hingga dua ribu lembar. Sementara, panitia tengah menyiapkan 14 ribu tiket. Artinya penonton yang belum sempat membeli tiket presale bisa membeli langsung tiket saat hari H.

”Pas hari H nanti tiket akan dijual di pintu masuk. Jadi yang belum membeli tiket bisa membelinya langsung,” terangnya.

Di sisi lain, untuk tiket presale juga bisa ditukarkan di loket yang disediakan panitia. Ini karena tiket presale masih berupa kuitansi. Sedangkan untuk bisa masuk, penonton harus mengantongi tiket.

”Tiket presale memang masih berupa kuitansi. Karena itu kami siapkan loket khusus untuk menukarkan kuitansi tersebut. Silahkan yang memiliki kuitansi untuk menukarkan di sana,” ungkapnya.

Hanya, Faisol meminta masyarakat untuk tidak coba-coba mengakali panitia terkait tiket presale. Meski hanya kutiansi, namun kuitansi tersebut dilengkapi dengan stampel boot yang sudah ditunjuk.

”Selain stampel, kuitansi tersebut juga dilengkapi dengan hologram khusus. Hologram tersebut dipesan khusus untuk konser ini. Untuk mengetahui itu, panitia juga dibekali dengan screening sinar ultraviolet untuk membedakan asli apa palsu,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...