Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nekad, Sopir Angkot di Jepara Ini jadi Pengusaha Miniatur Kapal yang Kaya Raya 

 

Nur Faad berfoto dengan karyanya yang hebat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)
Nur Faad berfoto dengan karyanya yang hebat. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 
MuriaNewsCom, Jepara – Kisah menarik datang dari Kota Ukir Jepara. Seorang sopir angkot Nur Faad berani beralih profesi menjadi pengrajin miniatur kapal bersejarah, meski tanpa modal keahliah khusus di bidang kayu dan ukir.

Ya, warga Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota itu nekad dan belajar secara otodidak. Hasilnya, kini dirinya mampu meraup untung jutaan rupiah dari hasil karya uniknya itu.

Keputusan Faad beralih profesi dari supir menjadi perajin mulai sekitar tujuh tahun silam, yakni pada 2009. Saat itu dia belum tahu apa-apa tentang kerajinan. Namun dia belajar secara otodidak dan banyak bertanya pada orang lain. Selain itu, dia juga sering melihat langsung bentuk kapal di pelabuhan.

Dari sana dia mulai coba-coba bikin kapal pinisi. Proses pembuatan sekitar satu minggu. Setelah itu hasil karya pertamanya itu dititipkan ke salah satu temanya yang sudah lebih dulu bergelut di kerajinan. Ternyata laku. ”Bahkan hanya berselang satu hari dari waktu saya menitipkan kapal saya. Ternyata laku Rp 800 ribu waktu itu,” kata Faad kepada MuriaNewsCom.

Setelah berhasil menjual karya pertama tersebut, suami dari Sukarti ini semakin tekun membuat kerajinan miniatur kapal. Khususnya kapal pinisi dan kapal dewa ruci. Kemudian dia mengaku lebih fokus kepada dua jenis kapal itu karena menurutnya, dua kapal sudah sangat populer. Kapal pinisi terkenal dengan kapal bajak laut di Sulawesi. Sementara kapal Dewa Ruci merupakan nama dari kapal angkat laut.

“Saya berpikir seperti itu. Karena jenis dua kapal itu sudah terkenal maka kemungkinan minat orang-orang juga akan lebih banyak,” katanya.

Saat ini penjualan hasil karya Faad sudah tembus di berbagai negara. Seperti Iran, Amerika, Korea, Australia, Malaysia dan lain-lain. Ribuan miniatur kapal sudah diproduksi mulai awal-awal berdiri. Faad mengatakan, pada awal-awal pesanan tidak terlalu lancar. Baru mulai lancar sejak sekitar tiga tahun terakhir.

Faad mengaku, pengalaman yang paling berkesan selama bergelut di bisnis kerajinan miniatur kapal ini, saat dipesan oleh salah satu angkatan laut pada 2013 lalu. Waktu itu, akan ada peresmian salah satu akademi kelautan di Surabaya oleh peresiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Karya Faad dipesan untuk dijadikan kenang-kenangan buat Presiden SBY.

”Saya senang sekali waktu itu. Karena saya diundang langsung dan disuruh melihat bentuk kapal Dewa Ruci secara langsung,” katanya.

Dia menambahkan, dalam proses pembuatannya tidak bisa dilakukan oleh orang sembarangan. Dalam proses pembuatan selama ini Faad mengandalkan beberapa pekerjanya yang sudah terlatih. Saat ini Faad memiliki tujuh pekerja. Mereka bekerja setiap hari dan dibayar sesuai dengan pekerjaannya.

Editor : Akrom Hazami

 

Comments
Loading...