Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ini Kendala PKL Ketika Direlokasi di Depan Pegadaian Purwodadi

Lahan relokasi PKL di depan Kantor Pegadaian Purwodadi sudah dikapling dan dikasih nomor urut (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Lahan relokasi PKL di depan Kantor Pegadaian Purwodadi sudah dikaveling dan dikasih nomor urut (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah setuju untuk direlokasi sementara ke lokasi jualan baru, namun ada beberapa kendala yang dihadapi para PKL kawasan Alun-alun Purwodadi. Hal itu terlihat setelah mereka melakukan pengecekan lokasi relokasi sementara di pinggir jalan depan Pegadaian hingga depan SDN 4 Purwodadi.

Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wakhid menyatakan, salah satu kendala yang perlu dipikirkan adalah soal pasokan listrik. Sejauh ini, pihaknya masih belum menemukan solusi untuk mengambil aliran listrik buat penerangan tempat jualan para PKL.

Selama ini, soal listrik tidak jadi kendala ketika mereka berjualan dikawasan alun-alun. Sebab, untuk mengambil aliran listrik sudah disediakan melalui instalasi dibawah lampu kota yang ada di situ.

“Listrik ini cukup vital soalnya. Jadi, kami dan teman-teman masih mencari solusi guna mendapatkan pasokan listrik. Rencananya, kami akan berkoordinasi dengan pihak PLN,” katanya.

Kendala lain yang dialami para PKL adalah soal ukuran tenda yang harus menyesuaikan lokasi baru. Dengan jatah kaveling berukuran 3,5 x 4 meter maka sebagian besar PKL nantinya terpaksa harus membuat tenda baru. Pasalnya, tenda yang dimiliki saat ini ukurannya melebihi jatah kapling tersebut. “Tenda jualan saya ukurannya lebih besar dari luas kaveling. Nanti, saya terpaksa harus bikin tenda baru,” Heru Santoso, salah seorang PKL yang biasa jualan sate kelinci.

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, ruas jalan yang akan dijadikan relokasi sudah mulai dikaveling. Hal ini bisa dilihat dengan adanya nomor urut dan tanda batas kaveling yang dibuat dengan cat semprot. Nomor urutnya sampai angka 54 yang disesuaikan dengan jumlah PKL.

“Lokasi relokasi PKL sudah kita kapling dan kasih nomor. Untuk teknis pembagian kaveling itu kita serahkan pada paguyuban PKL. Nanti, pembagiannya akan dilotre,” Kabid Cipta Karya Joni Sarjono.

 Editor : Kholistiono

Comments
Loading...