Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Petani di Pati Didorong Buat Badan Usaha Milik Petani, Ini Tujuannya

308
 Seorang petani mengambil gabah yang baru saja dipanen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang petani mengambil gabah yang baru saja dipanen. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati dengan segala sumber daya alam (SDA) yang melimpah diharapkan bisa dikelola petani dan masyarakat dengan baik. Salah satunya dengan mendirikan Badan Usaha Milik Petani (BUMP) yang saat ini diatur dalam UU Nomor 19 Tahun 2013.

Hal itu dikemukakan Ketua Serikat Petani Indonesia (SPI) Jawa Tengah Edi Sutrisno. “Pati punya gunung, punya laut dan sawah. Kalau dikelola petani dan nelayan dengan manajemen yang baik melalui BUMP, saya kira petani bisa sejahtera,” ujar Edi kepada MuriaNewsCom, Kamis (28/7/2016).

Bahkan, BUMP diakui bisa memotong mata rantai permainan tengkulak dan mafia hasil pertanian lainnya. Dengan BUMP pula, pemberdayaan petani tak sekadar bergerak di wilayah pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM), usaha, dan lingkungan saja.

Lebih dari itu, keberadaan BUMP disebut akan bisa meningkatkan posisi tawar petani ketika menjalin kemitraan. Sebab, BUMP sudah memiliki badan hukum sebagai legal-formalnya dalam melakukan kemitraan.

“Dengan BUMP, petani nanti memiliki saham sendiri. BUMP bukan sekadar sebuah lembaga pemberdayaan masyarakat saja, tetapi juga lembaga bisnis bagi petani. Di sana, petani juga bisa melakukan manajerial bisnis dari hasil pertanian,” tambahnya.

Dengan memanfaatkan BUMP yang diatur dalam undang-undang, masyarakat Pati akan mencapai kejayaannya sebagai sebuah daerah yang benar-benar sejahtera melalui “mina” dan “tani”-nya. Karena itu, pemerintah diharapkan bisa ikut membantu misi itu melalui sebuah kebijakan yang terkomodasi dalam perda maupun perbup.

Baca juga :Serikat Petani Desak Pemkab Pati Buat Perda Perlindungan Petani

 Editor : Kholistiono

 

Ruangan komen telah ditutup.