Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gara-gara Hobi Desain, Pria Jepara Ini jadi Pengusaha 

profil
Agus Santoso, desainer asal Jepara yang banyak prestasinya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kisah seorang pengusaha yang berawal dari modal besar dan kreativitas yang tinggi kerap kita jumpai. Salah satunya kisah yang satu ini. Berawal dari hobi, kemudian ditekuni hingga menghasilkan prestasi, kini justru menjadi ladang usaha bahkan menularkan keahlian kepada orang lain. Itu dilakukan oleh seorang pemuda bernama Agus Santoso.

Agus, warga RT 5/RW 1 Desa Randu Sari, Tahunan ini merupakan sosok kreatif yang mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui kreativitasnya sebagai seorang desainer. Ya, dia adalah pemenang lomba desain logo Pilbup Jepara 2017.

Agus mengatakan, keterampilannya itu bermula dari hobi melukis saat masih di bangku Sekolah Menegah Pertama (SMP). Saat itu, Agus senang melukis pemandangan. Setelah menginjak bangku SMA, dia mulai menggeluti desain. Dia mengaku tidak terlalu sulit dalam berlatih. Selain karena hobi, dia merasa berbakat dalam keterampilan tersebut.

Untuk mengetahui bagus tidaknya karyanya, Agus kerap mengikuti lomba. Dia pun kerap meraih juara. Agus mengaku puluhan kali ikut lomba desian. Dari sejumlah lomba yang diikuti, tidak kurang dari 15 juara diraihnya. Baik tingkat kota maupun tingkat provinsi.

Saat ini, Agus sudah membuka usaha di desain di rumahnya. Setiap hari tidak kurang dari 6 enam pesanan. Semuanya, Agus yang menggarap. Usaha desain milik Agus sudah berlangsung sekitar 13 tahun.

”Saya mulai mengkomersilkan desain sejak tahun 2003. Sebelumnya, hanya ikut lomba dan membantu teman-teman yang butuh desain,” kata tanpa mengungkapkan omset yang ia dapatkan dari usahanya itu.

Di sela-sela mengembangkan usaha desain, Agus ngajar desain di SMA Islam Jepara. Juga dipercaya membina komunitas desain di tempat yang sama. Saat ini jumlah anggota komunitas binaannya sekitar 40 orang.

Agus mengaku senang karena ilmunya bisa ditularkan. Apalagi, beberapa dari siswanya saat ini sudah ada yang pernah meraih juara desain. ”Ada kepuasan tersendiri saat mengajar. Dan yang diajari berhasil,” katanya.

Itu dilakukan karena dua hal. Pertama ingin memberi semangat pada anak didiknya. Kedua, dia ingin membayar kekalahan pada lomba sebelumnya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...