Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ayu Rela Keliling Cari Sampah untuk Difoto, Ini Tujuannya

Ayu sedang memfoto sampah (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Ayu sedang memfoto sampah (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Gadis dari Desa Karangturi, Kecamatan Lasem, Rembang ini ternyata memiliki hobi yang berbeda dengan gadis pada umumnya. Adalah Ayu Paramitha (19), yang punya hobi memotret tumpukan sampah, dan kondisi alam di sekitarnya daripada selfie dan berfoto di tempat-tempat wisata.

Tiap kali ia berada di suatu tempat, ia langsung memotret objek-objek yang ada di sekitarnya. Mulai dari tempat sampah, benda-benda di lokasi itu, ataupun lainnya. Meski di lokasi ramai, ia tidak risih dengan hobinya ini.

Bukan tanpa alasan Ayu melakukan hal ini. Memotret sampah dan lainnya merupakan bagian dari latihan untuk mengikuti Lomba Kelompok Sadar Wiasta (Pokdarwis) yang akan berlangsung 29-31 Juli 2016, di Klaten. Bersama dua rekannya, gadis ini akan mewakili Rembang untuk bersaing dengan wakil dari daerah lain dari seluruh Jateng.

“Memfoto lingkungan ini, merupakan bentuk latihan untuk mempresentasikan sebuah sapta pesona. Di mana dalam lomba pokdarwis tersebut nantinya ada tujuh poin Sapta Pesona dan kepariwisataan,” katanya, kepada MuriaNewsCom ketika ditemui di kompleks Museum Kartini Rembang.

Tujuh poin Sapta Pesona itu ialah aman, tertib, sejuk,indah, ramah, tamah dan kenangan. “Seperti contoh saya memfoto tempat sampah ini, lantaran di situ ada poin Sapta Pesona yang berarti tantang keindahan. Selain itu, kita juga harus mendefinisikan tentang itu. Mengapa tempat sampah sampai penuh, letak tempat sampah itu strategis atau bukan, dan mengapa kok sampai penuh hingga berserakan,” ungkapnya.

Selain memfoto tempat sampah, dirinya juga berbincang dengan tukang sapu atau tukang kebersihan yang ada di sekelikingnya.

“Bila kita berbincang dengan orang atau warga yang ada di sekitar wisata, dan bila mereka meresponnya dengan baik, maka tempat itu bisa dikatakan ramah. Namun bila orang yang mengurus wisata itu tidak merespon, maka itu bisa dikatakan kurang ramah,” paparnya.

Dia melanjutkan, latihan ini memang ada berkaitan erat dengan lomba pokdarwis di Klaten mendatang.”Sebab nantinya kita akan disuruh jalan-jalan atau mengamati di tempat wisata. Dengan adanya latihan semacam ini, maka nantinya kita akan bisa tanggap dan respon terhadap kondisi yang ada di tempat wisata Klaten. Yakni bisa mengaplikasikan Sapta Pesona itu dengan kondisi yang ada,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...