Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Alun-alun Purwodadi Bakal Dibongkar, Puluhan PKL Akan Dipindahkan

Para PKL di kawasan Alun-alun Purwodadi akan dipindahkan sementara karena tempat itu akan direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Para PKL di kawasan Alun-alun Purwodadi akan dipindahkan sementara karena tempat itu akan direnovasi (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Terkait dengan adanya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, dalam waktu dekat, para PKL yang berjualan di situ akan dikumpulkan oleh Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Kebersihan (DCTK). Hal itu disampaikan Kepala DCTK Grobogan M Chanif.“Proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi, dalam minggu ini akan dimulai. Rencananya, para PKL akan kita kumpulkan Kamis 28 Juli,” katanya.

Menurut Chanif, ada beberapa hal penting yang akan dibahas dalam pertemuan nanti. Antara lain, soal keberadaan PKL yang harus dipindahkan lokasi jualannya. Rencananya, para PKL akan ditempatkan sementara di pinggir jalan depan Pegadaian hingga depan SDN 4 Purwodadi.

Dengan adanya pemindahan tersebut, maka ada beberapa hal yang perlu dibahas bersama. Seperti, waktu pindahnya, kapling jualan, dan beberapa persiapan teknis lainnya. Nantinya, pihak DCTK akan berkoordinasi dengan Disperindagtamben yang selama ini menangani masalah PKL. “Selain pengurus paguyuban PKL alun-alun, pihak  Disperindagtamben juga kita hadirkan dalam pertemuan nanti,” sambungnya.

Sementara itu, pihak Asosiasi pedagang kaki lima (APKLI) Grobogan ternyata tidak dilibatkan dalam penataan PKL yang ada di seputar alun-alun tersebut. “Sejauh ini, kami dari APKLI belum diajak komunikasi. Kemungkinan, hanya dari paguyuban PKL alun-alun saja yang dilibatkan,” ujar Ketua APKLI Grobogan Adi Sucipto.

Dia menegaskan, pada dasarnya APKLI mendukung langkah pemkab setempat untuk merombak alun-alun agar nampak lebih menawan dan bersih. Namun, pemkab perlu mempertimbangkan keberadaan PKL yang sudah lama berjualan di situ. Mereka itu harus dipikirkan pula kelangsungan usahanya.

“Kami tidak ingin proyek renovasi alun-alun itu mengorbankan kepentingan PKL di situ. Para PKLitu harus dapat kejelasan mau diapakan dan dikemanakan nantinya,” tegas pria yang lebih dikenal dengan nama Yanto Bakso itu.

Yanto meminta agar pemkab menjalin komunikasi lebih intensif dengan para PKL  di alun-alun sehingga akan mencapai titik temu. Dia berharap, kasus penataan hutan kota di Jl Gajah Mada tidak terulang lagi. Yakni, dalam penataan hutan kota itu dinilai telah mengorbankan hajat hidup banyak PKL.

 Editor : Kholistiono

Comments
Loading...