Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Boleh Percaya Boleh Tidak, Buah di Kudus Ini Dipercaya Bikin Calon Bayi jadi Tampan

parijoto
Bupati Kudus Musthofa saat memegang buah parijoto, di wilayah Muria. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus  – Bagi ibu hamil yang ingin anaknya tampan, ada makanan yang patut untuk dicoba. Makanan itu adalah parijoto, buah kecil seperti anggur mini itu, dipercaya masyarakat mampu membuat bayi jadi tampan.

Buah tersebut mudah sekali ditemukan di kawasan pegunungan Muria. Tengok saja, saat berziarah di makan Sunan Muria di Kudus. Peziarah akan menemui sejumlah pedagang yang menjajakan buah parijoto di kompleks wisata religi itu.

Saat dimakan,  buahnya terasa asam yang bercampur dengan sepet. Buah ini dipercaya jika dimakan ibu hamil, anak yang dilahirkan bisa berwajah tampan atau cantik dengan kulit putih dan halus.

Hal inilah yang dikatakan Ketua Paguyuban Masyarakaat Pelindung Hutan (PMPH) Pegunungan Muria, Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Muhamad Sokib Garno Sunarno.

Dia  mengatakan, buah dengan warna ungu kemerah-merahan saat matang itu dijual dengan harga berkisar Rp 15.000-Rp 20.000 per kg.

“Buah ini adalah peninggalan Sunan Muria, jadi masyarakat banyak yang mempercayai hal tersebut. Bukan hanya wilayah sini saja, namun juga wilayah lainnya. Bahkan masyarakat saat ziarah banyak yang membeli,” ungkapnya.

Pihaknya sendiri kurang tahu persis kabar tersebut. Hanya, masyarakat sangat mempercayai hal tersebut. Selain itu, parijoto juga dipercaya mampu membuat ibu yang belum hamil, bisa segera mengandung.

“Bagi pasangan yang belum memiliki anak bisa mencoba memakan ini. Sebab dengan memakannya, dipercaya dapat segera mempunyai momongan,” ujarnya.

Buah itu, merupakan tanaman yang tumbuh di lereng-lereng pegunugan dan di hutan yang berada di ketinggian 800-2.300 meter di atas permukaan laut. Di Pegunungan Muria Kudus, parijoto banyak tumbuh di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut.

“Kalau jadwal panen tidak ada tidak ada waktu tertentu, kapan pun bisa lantaran buah ini dapat dipanen setiap saat,” jelasnya.

Menurutnya, parijoto merupakan satu di antara tanaman yang membawa dirinya meraih Kalpataru 2016 pada kategori Pembina Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dia bakal menerima penghargaan tersebut di Siak, Riau dari Presiden Joko Widodo.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...