Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tak Disangka! Penyebab Istri di Pati Minta Cerai Suami Sungguh Mengejutkan

 Panitera Pengadilan Agama Pati, Heryantabudi Utama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Panitera Pengadilan Agama Pati, Heryantabudi Utama. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Banyaknya istri di Pati yang mengajukan cerai gugat ke Pengadilan Agama Pati disebabkan banyak hal. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ternyata menjadi alasan yang tidak banyak terjadi.

Justru, faktor yang paling banyak melatarbelakangi pihak istri minta cerai karena faktor perbedaan pendapatan ekonomi. Penghasilan istri yang lebih besar ketimbang suami diakui menjadi faktor yang paling banyak dalam pengajuan cerai gugat dari istri.

“Alasan ekonomi memang menjadi faktor yang paling dominan. Misalnya, suami dianggap sudah tidak bisa memberikan nafkah lagi kepada istri. Selain itu, ada pula yang mengajukan cerai gugat karena pendapatan istri lebih besar ketimbang suami,” ujar Heryantabudi Utama, Panitera Pengadilan Agama Pati, Sabtu (23/7/2016).

Sementara itu, kasus yang berlatarbelakang asmara seperti cemburu dan perselingkuhan dikatakan cukup minim. “Kasus perselingkuhan juga ada. Namun, kuantitasnya tidak banyak seperti masalah faktor pendapatan ekonomi,” tuturnya.

Istri yang mengajukan cerai gugat sebagian besar juga didominasi dari kalangan berusia 30 hingga 40 tahun. Usia itu dianggap paling rentan bagi pasangan rumah tangga untuk mengajukan cerai.

“Sangat jarang sekali pasangan rumah tangga di atas 40 tahun dan di bawah 30 tahun yang mengajukan cerai, meskipun ada beberapa. Namun, sebagian besar didominasi dari pasangan berusia 30 sampai 40 tahun,” imbuh Heryantabudi.

Baca juga : Duh…Ribuan Istri di Pati Pilih Menjanda

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...