Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kades Diminta Pro Aktif Gerakkan Perangkat untuk Pungut PBB

Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono didampingi Kabid Pendapatan Cheno Malang Judo saat menggelar acara intensifikasi PBB-P2 (MuriaNewsCom/Dani Agus)
Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono didampingi Kabid Pendapatan Cheno Malang Judo saat menggelar acara intensifikasi PBB-P2 (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB-P2) di Grobogan tahun 2016 ini boleh dibilang cukup menggembirakan. Indikasinya, hingga pertengahan Juli ini sudah ada 45 desa yang lunasi kewajiban pajaknya. Sementara 235 desa/kelurahan lainya, tingkat pembayaran pajak sudah berkisar 32 persen.

Kepala DPPKAD Grobogan Moh Sumarsono mengungkapkan, masa jatuh tempo pembayaran PBB-P2 berakhir pada 30 September 2016. Meski demikian, sudah banyak desa yang melunasi PBB-P2 tersebut.

“Kepada para camat dan kades yang wilayahnya sudah lunas PBB-P2 tahun 2016 saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya selama ini. Semoga keberhasilan ini bisa memacu semangat desa lainnya,” kata Sumarsono didampingi Kabid Pendapatan Cheno Malang Judo, usai menggelar acara intensifikasi PBB-P2 di ruang rapat DPPKAD, Sabtu (23/7/2016).

Meski sudah banyak desa yang lunas, namun pencapaian pendapatan PBB-P2 hingga Juli baru sekitar Rp 7,7 miliar atau 32 persen. Besarnya potensi PBB-P2 tahun ini sebanyak Rp 23 miliar lebih.

Terkait dengan kondisi tersebut, para kepala desa diminta untuk lebih pro aktif menggerakkan perangkatnya untuk memungut pajak tersebut. Para kades atau perangkat pemungut juga diminta segera menyetorkan pajak yang sudah diterima ke rekening bank. Langkah ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumarnono menambahkan, PBB-P2 merupakan salah satu pajak yang punya potensi besar di Grobogan. Pada tahun 2013 potensinya mencapai Rp 19,7 miliar lebih. Kemudian, tahun 2014 naik jadi Rp 19,9 miliar lebih dan tahun 2015 naik lagi hingga Rp 22,6 miliar lebih. Sementara tahun ini, potensinya mendekati angka Rp 23 miliar.

“Dari potensi ini, saya menganggap penting dan strategis terhadap segala upaya yang dilakukan dalam rangka penanganan PBBP2 tersebut. Saya berharap agar potensi ini bisa direalisasikan semaksimal mungkin menjadi penerimaan riil dan selanjutnya bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan pelaksanaan pembangunan,” jelasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...