Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Warga Blaru Pati Sulap Bambu Jadi Miniatur Perahu Pinisi Bernilai Ekonomi Tinggi

Teguh Kusmanto, perajin miniatur kapal pinisi asal Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)
Teguh Kusmanto, perajin miniatur kapal pinisi asal Desa Blaru, Kecamatan Pati Kota. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Warga Blaru RT 19 RW 5, Kecamatan Pati Kota, Teguh Kusmanto (42) sudah lama bergelut dengan kreativitas membuat miniatur perahu pinisi dari bambu. Potongan-potongan bambu jenis apus berhasil disulap menjadi karya seni dengan nilai ekonomi yang tinggi.

Dalam sebulan, Teguh mengaku sanggup menyelesaikan empat sampai lima buah miniatur kapal pinisi. Bambu yang dipotong-potong sesuai dengan ukuran dan kebutuhan, dirangkai membentuk kapal tradisional yang cantik.

Tak sekadar dipotong, potongan-potongan bambu dilakukan proses penghalusan hingga serat-serat yang tajam hilang. Terakhir, finishing dilakukan menggunakan pelitur beragam warna. Ada yang coklat bening, agak gelap, hingga terang.

Teguh mengaku, inspirasi membuat kapal pinisi berawal dari profesinya sepuluh tahun silam saat bekerja di pelayaran. “Kondisi fisik sepertinya tidak bisa diajak lagi untuk berlayar. Saya akhirnya memutuskan untuk berhenti dan menekuni dalam pembuatan miniatur kapal pinisi,” ujar Teguh kepada MuriaNewsCom, Jumat (22/7/2016).

Satu kapal ukuran kecil dijual sekitar Rp 120 ribu, ukuran sedang Rp 800 ribu, dan ukuran paling besar sekitar Rp 1,2 juta. Pembeli juga bisa memesan ukuran tertentu menyesuaikan harga dan keinginan.

Miniatur ukuran kecil memakan waktu tiga hari, ukuran sedang bisa diselesaikan dalam waktu seminggu, sedangkan miniatur ukuran besar bisa memakan waktu selama 20 hari. Ketelitian, kecermatan, dan kreativitas dibutuhkan dalam merangkai potongan-potongan bambu menjadi sebuah miniatur cantik.

Perahu pinisi dianggap memiliki nilai seni yang tinggi, karena bentuknya yang klasik dan tradisional. Kendati miniatur, tetapi hasilnya mirip dengan kapal pinisi sesungguhnya. Tali, layar, bendera, ruang penumpang dan nahkoda, hingga baling-baling kapal tampak jelas dalam miniatur tersebut.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...