Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Jepara jadi Tersangka Korupsi, Warga Beri Dukungan

demo bupati
Warga melakukan aksi unjuk rasa mendukung Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang telah ditetapkan tersangka korupsi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ).

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sedikitnya seribu warga Jepara yang tergabung dalam Forum Warga Jepara menggelar aksi demo memberikan dukungan kepada Bupati Jepara Ahmad Marzuqi atas kabar penetapan tersangka kasus korupsi bantuan politik (Banpol) yang telah diproses di Kejati Jawa Tengah.

Mereka menggelar aksi di depan kantor Kejari Jepara dan dilanjutkan di depan pendapa kabupaten setempat, Jumat (22/7/2016).

Selain berorasi, mereka juga membawa sejumlah spanduk yang berisi dukungan kepada Marzuqi. Mereka juga membawa spanduk yang berisi sindiran kepada Wakil Bupati Jepara Subroto yang dianggap sebagai lawan politiknya menjelang Pilkada 2017 mendatang.

Dalam orasi mereka, disinggung mengenai pemberitaan penetapan tersangka pada Marzuqi. Menurut mereka hal itu tidak berdasar dan dianggap sebagai tindakan kriminalisasi. Mereka berasalan, dalam kasus tersebut sangat kental dengan nuansa politis menjelang persaingan Pilkada 2017.

Dalam tulisan tuntutan pendemo dikatakan, kriminalisasi ini tentu berlatar belakang sangat kental dengan nuansa politis. Karena adanya persaingan menjelang Pilkada 2017 yang akan dilaksanakan serentak tanggal 15 Februari 2017.

Yang mana Wakil Bupati Jepara Subroto yang tidak lain adalah adik kandung Jaksa Agung RI HM Prasetyo, sudah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon Bupati Jepara.

“Kasus pak Marzuqi sarat dengan kepentingan politis. Ini karena berhubungan dengan Pilkada 2017,” kata salah seorang pendemo, Supriyadi kepada MuriNewsCom, Jumat (22/7/2016).

Ada beberapa tuntutan lain yang disampaikan dalam aksi tersebut, diantaranya stop kriminalisasi oleh kejaksaan, hentikan praktek KKN di institusi kejaksaan, tegakkan hukuman secara profesional, jangan gunakan institusi kejaksaan untuk kepentingan pribadi, dan patuhi lima butir instruksi presiden kepada kejaksaan.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...