Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kasus Pelecehan Seksual di Bawah Umur di Jepara Dilaporkan ke Mabes Polri

polri
Komisioner KPAI Bidang Traficking dan Eksploitasi Anak Budiharjo. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendatangi Kabupaten Jepara dalam rangka mengecek dan melakukan investigasi penanganan kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur.

Dari hasil penelusuran, ditemukan ada beberapa kasus yang masih belum terselesaikan. Untuk itu, mereka akan meneruskan kasus tersebut ke Mabes Polri agar kasus tersebut menjadi prioritas penanganan di jajaran kepolisian, termasuk di Polres Jepara.

Komisioner KPAI Bidang Traficking dan Eksploitasi Anak Budiharjo menyampaikan, salah satu tunggakan kasus yang ditangani Polres Jepara adalah kasus pelecehan seksual dengan korban HI (14), warga Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

“Kami berharap kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur menjadi skala prioritas. Untuk di Jepara ini juga termasuk banyak kasusnya, jadi harus lebih diperhatikan,” ujar Budiharjo kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, usai dari Jepara, pihaknya akan mendata semua tunggakan kasus penegakan hukum, untuk kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian dalam hal ini Mabes Polri. Harapannya, kasus pelecehan seksual pada anak dibawah umur yang sudah mendapatkan perhatian presiden juga menjadi perhatian lebih buat para penegak hukum.

Sementara itu, secara terpisah Kamis (21/7/2016), Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin mengatakan, pihaknya telah menerima kunjungan dari KPAI di Mapolres Jepara, Rabu (20/7/2016) kemarin. Dari hasil pertemuan tersebut, pihaknya akan meningkatkan perhatian pada penegakan hukum terhadap kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur.

“Khusus untuk kasus di Nalumsari itu, kami masih proses pencarian pelaku. Sejauh ini proses hukum tetap berjalan. Peningkatan perhatian pada kasus-kasus ini tidak hanya satu kasus, tetapi semuanya karena di Jepara cukup banyak kasus seperti itu,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...