Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Budayawan dan Sastrawan di Rembang Diminta Dilibatkan untuk Pemberantasan Buta Aksara

Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud Erman Syamsudin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Direktur Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kemendikbud Erman Syamsudin (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Direktur Pendidikan, Keaksaraan dan Kesetaraan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Erman Syamsudin mengatakan peran budayawan dan sastrawan penting dalam upaya pemberantasan buta aksara. Untuk itu, pemerintah daerah diharapkan melibatkan budayawan dan sastrawan.

“Tentunya sastrawan dan budayawan Rembang juga harus dilibatkan. Yakni mereka bisa membut buku cerita tentang Rembang, buku bacaan dan sebagainya. Supaya para pelajar maupun warga Rembang bisa terdorong untuk rajin membaca,” kata Erman dalam acara pencanangan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) dan Gerakan Literasi Sekolah di Alun-alun Rembang, Rabu (20/7/2016).

Kemudian, terkait dengan gerakan yang dicanangkan tersebut, bukan hanya ditujukan untuk perempuan yang tidak ada kegiatan dan siswa yang malas membaca, namun hal itu bisa dimanfaatkan semua warga. Sehingga SDM bisa dipacu untuk lebih maju.

Dirinya juga berharap, supaya perempuan yang ada di Rembang bisa maju dan terampil. Seperti halnya RA. Kartini. “Mengapa GP3M dan Gerakan Literasi Sekolah ini saya adakan di Rembang? Sebab salah satu pahlawan perempuan itu ada di Rembang, yakni RA. Kartini. Diharapkan perempuan Rembang juga bisa maju seperti Kartini,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, data yang ada, dari sekitar 600 ribu penduduk Rembang, sebanyak 17 ribu warga Rembang masih buta aksara. Dari sejumlah itu ,12 ribu jiwa di antaranya ialah perempuan dan 5 ribu jiwa ialah laki laki.

“Jika 17 ribu itu bisa dituntaskan, bukan tidak mungkin wanita atau perempuan yang ada di Rembang pastinya akan maju. Baik itu maju SDM, pendapatan dan sebagainya. Terlebih mereka bersedia untuk menjadi tenaga kerja Indonesia,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

Comments
Loading...