Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bupati Rembang Kerahkan 5 Ribu Guru untuk Berantas Buta Aksara

 Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan sambutan saat acara pencanangan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) dan Gerakan Literasi Sekolah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz memberikan sambutan saat acara pencanangan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) dan Gerakan Literasi Sekolah. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Bupati Rembang Abdul Hafidz kerahkan lima ribu guru untuk memberantas angka buta aksara yang ada di wilayahnya. Hal itu ditegaskannya saat pencanangan Gerakan Pendidikan Pemberdayaan Perempuan Marjinal (GP3M) dan Gerakan Literasi Sekolah di Alun-alun Rembang, Rabu (20/7/2016).

Menurutnya, pengerahan guru-guru tersebut diharapkan akan bisa membantu pemerintah di bidang pendidikan, khususnya dalam hal penanganan buta aksara.  “Kita akan mengerahkan 5 ribu guru yang ada di Rembang untuk bisa memantau dan mendidik warga yang masih belum bisa membaca. Selain guru, kita juga melibatkan tokoh masyarakat maupun pemimpin yang ada di wilayah masing-masing,” kata Hafidz.

Bupati menyebut, data yang dimiliki, hingga saat ini masih ada sekitar 17 ribu warganya yang masih buta aksara. Untuk itu, menurutnya perlu perhatian yang serius dari pemerintah untuk menangani hal itu.

Dia melanjutkan, selain menyasar ke warga yang masih buta huruf, Pemda Rembang juga akan menyasar kepada perempuan marjinal. Katanya, perempuan marjinal tersebut perlu mendapatkan pelatihan wirausaha, maupun kegiatan yang lainnya. Sehingga sumber daya manusia di Rembang juga bisa meningkat.

Selain itu, pihaknya juga akan berupaya bisa memberikan motivasi kepada kalangan pelajar untuk bisa selalu mengasah wawasanya dengan cara rajin membaca. “Selain menyasar dalam pemberantasan buta huruf, maupun perempuan marjinal. Kita juga harus bisa memptaktikkan program literasi sekolah. Supaya para siswa – siswi bisa rajin membaca,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

Comments
Loading...