Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

“Calon Bupati Jepara Jangan Cemburu dengan Kegiatan Santri”

santri
Santri mengikuti kegiatan pengajian di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Bupati Jepara Ahmad Marzuqi berharap kegiatan Forum Silaturrahmi Santri Jepara tidak dicemburui calon bupati di Pilkada 2017. Kegiatan digelar di di Gedung Wanita, Selasa (19/7/2016) malam.

Marzuqi mengingatkan lagi agar sejumlah pihak yang hendak mencalonkan diri sebagai calon bupati agar tidak cemburu dengan kegiatan tersebut. Mengingat Jepara sebentar lagi akan ada Pilkada 2017 yang digelar serentak.

Pertemuan tersebut, kata dia, murni silaturrhami santri. Tidak ada hubungannya dengan pilkada.

“Hanya kebetulan saja saya merupakan bagian dari santri dan alumni Pondok Sarang. Jadi tidak perlu cemburu,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, bupati berharap kegiatan bukanlah yang pertama dan terakhir. Namun berlanjut. Jika tidak bisa satu tahun sekali paling tidak dua tahun atau tiga tahun sekali.

Kiai Abdullah Ubab Maemun, dari Sarang Rembang dalam acara Forum Silaturrahmi Santri Jepara mengatakan, besarnya peran para santri. Terutama bagi Bangsa dan negara.

Sebab, selama ini banyak posisi-posisi strategis, baik di tingkat nasional hingga tingkat lapisan masyarakat paling bawah diemban santri.

Selain itu, dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia ini, santri bersama para kiainya memiliki andil besar.

Menurutnya,  santri masih sangat dibutuhkan. Karena santri merupakan salah satu bukti kesinambungan Islam. Fenomena kesantrian ini hanya ada di Indonesia dan sulit ditemukan di negara-negara lain, termasuk di timur tengah seperti di Yaman, Syiria dan lainnya.

”Dengan santri, umat Islam di Indonesia bisa terjaga akidahnya. Berbeda di Negara lain seperti di Syiria dan Yaman. Meskipun di kedua negara ini banyak sekali para ulama namun akidah umat sangat memprihatinkan,” terang putra kiai Maemun Zubair itu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, meski di satu sisi banyak yang tidak melaksanakan ibadah salat secara penuh dan sempurna, orang-orang di Indonesia memiliki kekuatan mahabbah atau cinta yang sangat tinggi. Terutama cinta kepada Allah, bahkan kepada negaranya.

Sementara itu, kiai Abdullah Kafa bin Mahrus, dari Jawa Timur menyampaikan, bahwa alumi pesantren bisa menjadi apa saja setelah mereka keluar dari pesantren.Termasuk bisa menjadi pimpinan suatu daerah bahkan menjadi orang penting di Negara ini. Dalam hal ini ia mencontohkan dan menyebut beberapa tokoh-tokoh di Indonesia termasuk Bupati Jepara Ahmad Marzuqi yang merupakan alumni santri Sarang, Rembang.

“Bagi yang terjun dalam dunia politik harus menjaga Islam satu sama lain. Sebaliknya tidak boleh saling bertengkar. Itu yang sulit untuk dijaga, tetapi harus,” tegasnya.

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

Comments
Loading...